Warga Israel tewas akibat terinfeksi "amuba pemakan otak"
Senin, 8 Juli 2024 11:51 WIB
Fotomikrograf yang menggambarkan karakteristik histopatologis yang terkait dengan kasus meningoensefalitis amuba primer akibat parasit Naegleria fowleri, dengan perbesaran 504 kali dan menerapkan teknik pewarnaan antibodi fluoresen langsung (DFA). (phil.cdc.gov)
Moskow (ANTARA) - Seorang warga meninggal karena radang otak di Israel beberapa hari setelah tertular amuba Naegleria fowleri yang langka, yang disebut sebagai "amuba pemakan otak" karena menembus otak manusia melalui hidung.
Kasus penularan amuba Naegleria fowleri itu menjadi kasus kedua yang tercatat di Israel.
Media Israel pada Minggu (7/7) melaporkan hal tersebut dengan mengutip rumah sakit tempat pasien tersebut dirawat.
Korban pria berusia 26 tahun itu dirawat di rumah sakit sejak Selasa (2/7) dengan gejala demam, sakit kepala dan muntah, kata The Times of Israel.
Pria tersebut mungkin tertular infeksi "amuba pemakan otak" saat berenang di Danau Kinneret, juga dikenal sebagai Laut Galilea, di bagian utara negara tersebut.
Pada saat ini, di mana suhu air di musim panas bisa mencapai 30 derajat Celcius (86 derajat Fahrenheit), merupakan lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan mikroorganisme itu, demikian bunyi laporan tersebut.
Otoritas kesehatan Israel yang kemudian mengambil sampel di pantai tempat pria tersebut mandi, tidak menemukan bukti adanya kontaminasi amuba pada air tersebut.
Sumber: Sputnik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Warga Israel tewas akibat terinfeksi penyakit "amuba pemakan otak"
Kasus penularan amuba Naegleria fowleri itu menjadi kasus kedua yang tercatat di Israel.
Media Israel pada Minggu (7/7) melaporkan hal tersebut dengan mengutip rumah sakit tempat pasien tersebut dirawat.
Korban pria berusia 26 tahun itu dirawat di rumah sakit sejak Selasa (2/7) dengan gejala demam, sakit kepala dan muntah, kata The Times of Israel.
Pria tersebut mungkin tertular infeksi "amuba pemakan otak" saat berenang di Danau Kinneret, juga dikenal sebagai Laut Galilea, di bagian utara negara tersebut.
Pada saat ini, di mana suhu air di musim panas bisa mencapai 30 derajat Celcius (86 derajat Fahrenheit), merupakan lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan mikroorganisme itu, demikian bunyi laporan tersebut.
Otoritas kesehatan Israel yang kemudian mengambil sampel di pantai tempat pria tersebut mandi, tidak menemukan bukti adanya kontaminasi amuba pada air tersebut.
Sumber: Sputnik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Warga Israel tewas akibat terinfeksi penyakit "amuba pemakan otak"
Pewarta : M Razi Rahman
Editor : Angiela Chantiequ
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rumah sakit BP Batam hadirkan layanan intervensi penyakit jantung bawaan dewasa
07 February 2026 14:18 WIB
Dinkes Kepri kirim sampel suspek pasien penyakit Super Flu ke Kementerian Kesehatan
13 January 2026 14:00 WIB
Gedung pelayanan jantung RSUD Natuna ditargetkan rampung Desember mendatang
07 November 2025 17:10 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB