PLN Natuna imbau pelanggan tak mencuri listrik
Jumat, 26 Juli 2024 10:11 WIB
Petugas saat memasang KWH (ANTARA/HO-PLN Natuna)
Natuna (ANTARA) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengimbau pelanggan untuk tidak mencuri listrik, sebab hal itu berdampak pada gangguan keandalan listrik di wilayah setempat.
Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kabupaten Natuna Lobertus Gunawan Hasugian di Natuna, Jumat, mengatakan tak hanya menganggu keandalan, pencurian listrik dari rumah dengan cara sambung langsung tanpa melewati Kilowatt Hour (kwh) meter atau memperbesar Miniature Circuit Breaker (MCB), berpotensi menyebabkan kebakaran di permukiman.
Hal tersebut terjadi dikarenakan arus listrik yang berlebih membuat kabel cepat panas sehingga menimbulkan percikan api.
"Apalagi kalau listriknya diambil dari rumah tetangga, di mana tidak ada pengukur dan pembatas daya," ucap dia.
Ia mengungkapkan saat ini pihaknya mengalami kerugian akibat pemakaian listrik yang tercatat dan dibayarkan pelanggan kerap lebih kecil dari yang dikeluarkan oleh pembangkit.
Adapun daya yang diperkirakan hilang atau digunakan secara ilegal mencapai ratusan kilowat.
Dampaknya sambung dia, PLN mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setiap bulan.
Ia menyebut timnya sudah melakukan pengecekan dan berhasil menertibkan sebagian pelanggan yang melakukan praktek tersebut.
Meski demikian, ia menduga masih banyak pelanggan yang melakukan praktek curang tersebut.
Oleh karenanya pihaknya memetakan wilayah-wilayah yang listriknya berpotensi dicuri, untuk dilakukan penertiban.
"Tindakan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara," ujar dia.
Dampak lain pencurian ujar dia, menyebabkan proses perbaikan mesin dan jaringan listrik menjadi terhambat, sebab uang operasional mereka sedikit atau berkurang.
"Kita juga jadi kesulitan ketika menyelesaikan trouble," imbuh dia.
Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kabupaten Natuna Lobertus Gunawan Hasugian di Natuna, Jumat, mengatakan tak hanya menganggu keandalan, pencurian listrik dari rumah dengan cara sambung langsung tanpa melewati Kilowatt Hour (kwh) meter atau memperbesar Miniature Circuit Breaker (MCB), berpotensi menyebabkan kebakaran di permukiman.
Hal tersebut terjadi dikarenakan arus listrik yang berlebih membuat kabel cepat panas sehingga menimbulkan percikan api.
"Apalagi kalau listriknya diambil dari rumah tetangga, di mana tidak ada pengukur dan pembatas daya," ucap dia.
Ia mengungkapkan saat ini pihaknya mengalami kerugian akibat pemakaian listrik yang tercatat dan dibayarkan pelanggan kerap lebih kecil dari yang dikeluarkan oleh pembangkit.
Adapun daya yang diperkirakan hilang atau digunakan secara ilegal mencapai ratusan kilowat.
Dampaknya sambung dia, PLN mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setiap bulan.
Ia menyebut timnya sudah melakukan pengecekan dan berhasil menertibkan sebagian pelanggan yang melakukan praktek tersebut.
Meski demikian, ia menduga masih banyak pelanggan yang melakukan praktek curang tersebut.
Oleh karenanya pihaknya memetakan wilayah-wilayah yang listriknya berpotensi dicuri, untuk dilakukan penertiban.
"Tindakan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara," ujar dia.
Dampak lain pencurian ujar dia, menyebabkan proses perbaikan mesin dan jaringan listrik menjadi terhambat, sebab uang operasional mereka sedikit atau berkurang.
"Kita juga jadi kesulitan ketika menyelesaikan trouble," imbuh dia.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Batam soroti pasokan andal listrik dan air tarik investasi daerah
10 February 2026 17:00 WIB
Suzuki luncurkan Mobil listrik pertama di Indonesia, harga mulai Rp750 jutaan
05 February 2026 13:31 WIB
PLN pindahkan jalur listrik Bireuen-Takengon antisipasi terjadinya sinkhole
02 February 2026 12:26 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Satgas Pangan Natuna sidak pasar, pantau harga pangan jelang Imlek dan Ramadhan
14 February 2026 15:04 WIB
BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
13 February 2026 17:54 WIB