Daik (ANTARA Kepri) - Budayawan dan sastrawan negara serumpun Melayu peserta Lawatan Sejarah dan Gelar Budaya Melayu, di Daik, mendeklarasikan Kabupaten Lingga di Provinsi Kepulauan Riau, sebagai Bunda Tanah Melayu.
Pendeklarasian pada Sabtu malam diawali kesepakatan untuk mendeklarasikan status Kabupaten Lingga sebagai rujukan budaya Melayu itu disampaikan sekitar 150 budayawan, sastrawan, sejarawan dan pemerintah daerah setempat setelah seminar tentang Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu..
Budayawan, sejarawan dan sastrawan yang hadir dalam Lawatan
Sejarah dan Gelar Budaya Melayu 5-11 Desember 2011 berasal dari Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Kalimantan Barat,
Jakarta juga perwakilan dari negara serumpun Melayu yakni dari
Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand.
"Pendeklarasian Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu merupakan pengakuan yang lebih luas dan formal terhadap kebesaran Lingga sebagai tempat rujukan budaya Melayu," ujar Bupati Lingga H Daria.
Ia mengharapkan daerah yang dipimpinnya dapat maju seperti negeri-negeri rumpun Melayu yang telah lebih dahulu maju dan berkembang dengan tetap berpayungkan pada budaya Melayu.
"Sangatlah diyakini apabila daerah ini diakui lebih luas sebagai Bunda Tanah Melayu maka gerak roda pembangunan semakin cepat yang pada akhirnya akan mempercepat pula meningkatnya kesejahteraan masyarakat," ujar Daria.
Ia mengatakan, mengukuhkan Daik Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu sangat beralasan karena kawasan tersebut dahulunya merupakan pusat kerajaan Melayu yang mempunyai peranan penting dalam perjalanan sejarah, pentadbiran dan peradaban dunia Melayu.
Dijelaskannya, Kerajaan Melayu Riau Lingga di Daik (kini ibu kota Kabupaten Lingga) berlangsung selama 120 tahun dengan wilayah kekuasaannya mencakup Singapura, Johor dan Pahang. Sebagai bandar diraja kota ini dulunya sangat terkenal dan diagungkan terutama pada abad XVIII.
"Pada masa itu Daik Lingga tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan kerajaan Melayu tetapi juga merupakan kerajaan Melayu yang menjadi pengembang budaya, adat istiadat dan agama Islam," ujar Daria.
Menurut dia, peranan Lingga di masa lalu itu mewariskan bukti peradaban yang adiluhung seperti karya seni budaya, situs bersejarah, bahasa dan pola hidup serba Melayu yang terpelihara sampai kini.
"Pemerintah Kabupaten Lingga senantiasa berupaya dan bekerja keras agar predikat Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu semakin kuat dan diakui secara luas," katanya.
(.E010/Y008)
Budayawan Serumpun Deklarasikan Lingga Bunda Tanah Melayu
Minggu, 11 Desember 2011 20:07 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Lingga kelola lahan perhutanan sosial untuk program ketahanan pangan
04 August 2025 13:32 WIB