Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Kepala Badan Wakaf Indonesia (BWI) Toha Hasan mengatakan bahwa wakaf dapat meningkatkan potensi ekonomi umat secara adil dan merata asalkan pengelolaannya dengan baik.

"Gambaran itu bisa dilihat seperti yang dilaksanakan Al-Azhar di Kairo, Mesir, yang memiliki berbagai unit ekonomi yang memberikan manfaat kepada masyarakat," kata Toha sebelum melantik pengurus BWI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjungpinang, Rabu.

Selain itu, Toha mencontohkan pengelolaan wakaf di Turki pada masa Kesultanan Otham. Sekitar 70 persen dari biaya pembangunannya berasal dari potensi wakaf.

"Kami berharap, dengan adanya BWI Kepri, aset wakaf yang ada dapat dikembangkan secara produktif dan mampu menggali dan memanfaatkan potensi yang tersebar di Provinsi Kepri," kata Toha.

Pada pelantikan pengurus BWI Kepri itu, mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Kepri, Razali Jaya, dipercaya sebagai Ketua Badan Pelaksana BWI Kepri dan Wakil Ketua Dimyath yang juga Kepala Biro Kesra Provinsi Kepri.

Provinsi Kepri merupakan provinsi kedua di Sumatra yang memiliki pengurus setelah Sumatra Utara.

Dalam sambutannya, Toha juga menyampaikan dukungan untuk menjadikan Kepri sebagai pusat kebangkitan ekonomi Islam karena menilai potensi umat, kekayaan alam, intelektual, dan lain sebagainya cukup memadai.

Sementara itu, Gubernur Kepri Muhammad Sani berharap pengurus BWI Kepri mampu mengemban amanah untuk memajukan perwakafan di Kepri.

Bahkan, Gubernur mendorong BWI ikut dalam pengembangan ekonomi mikro lewat pembukaan minimarket dan kampus pendidikan berbasiskan wakaf.

"Pemberantasan kemiskinan dan memajukan pendidikan harus melibatkan semua pihak, termasuk wakaf," kata Sani.

Menurut Sani, ke depan akan lahir pemikiran dan kontribusi positif intelektual Islam, khususnya di Kepri, untuk ikut merumuskan pola pembangunan yang paling ideal. Apalagi saat ini Kepri merupakan daerah yang terkenal kemajemukannya dan menjadi miniaturnya Indonesia.

(KR-HKY/D007)