Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau memperbanyak operasi pasar untuk mengantisipasi kenaikan harga sembilan bahan pokok.

"Nanti akan ada operasi pasar (OP) sembako," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Senin.

Namun, Dahlan enggan memastikan alokasi anggaran untuk operasi pasar.

Operasi pasar dibutuhkan untuk menekan harga sembako. Bila harga sembako tinggi, maka akan menyebabkan tuntutan upah minimum kota meningkat dan menambah biaya produksi yang berbuntut pada iklim usaha di kawasan industri.

Selain operasi pasar, pemerintah juga akan memberikan subsidi khusus untuk angkutan umum.

"Subsidi untuk angkutan umum diberikan melalui organda," kata dia.

Bantuan BBM untuk angkutan umum, kata dia, dianggarkan oleh pemerintah pusat.

"Kita tunggu saja ketentuannya," kata dia.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga memastikan harga sembako tidak akan menimbulkan inflasi tinggi.

"Harga naik sedikit saja, tidak banyak," kata dia.

Mengenai kenaikan harga BBM, ia mengatakan tidak akan menjadi masalah untuk warga Batam selama pasokan cukup.

"Asal pasokan cukup saja, tidak akan ada masalah," kata Wali Kota.

Di tempat yang sama, Kepala Kepolisian Daerah Kepri Brigjen Pol Yotje Mende mengatakan, Batam siaga III menghadapi kenaikan harga BBM.

Kepolisian mengerahkan seluruh kekuatan dalam mengamankan kota industri bersama anggota TNI dan pemerintah kota.

Dengan kondisi "Siaga III", ia mengatakan Polda Kepri melakukan Operasi Pengamanan Imbangan. Operasi itu merupakan lanjutan dari kebijakan Polri.

Polda, kata dia, mengamankan seluruh objek vital dan gedung-gedung milik pemerintah, termasuk kawasan industri untuk antisipasi unjuk rasa.

(Y011/A035)