Batam (ANTARA Kepri) - Jumlah peserta vasektomi atau metode KB untuk pria di Kepulauan Riau selama tahun 2012 mencapai 30 orang, kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kepulauan Riau, Sunarto.
"Target kami hingga akhir tahun 95 peserta, sampai akhir bulan ke-4 pesertanya sudah mencapai 30 orang," katanya di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, pelayanan pada peserta KB vasektomi dilakukan oleh dokter dari seluruh rumah sakit di seluruh Provinsi Kepri yang telah mendapatkan pelatihan oleh dokter BKKBN Pusat.
"Tahun-tahun sebelumnya kami terkendala kurangnya dokter yang bisa melakukan pelayanan vasektomi tanpa operasi. Namun kini beberapa dokter dari tujuh kota/kabupaten sudah mendapatkan pelatihan sehingga mampu melaksanakan pelayanan vasektomi," kata dia.
Sunarto mengatakan, akan terus melakukan pelatihan terhadap dokter dan bidan terutama untuk bisa melayani KB metode jangka panjang seperti vasektomi, tubektomi (KB metode sterilisasi bagi wanita), pemasangan IUD (alat kontrasepi dalam rahim), dan implan (susuk).
"Pada 24-25 April kemarin ada tujuh dokter dan tujuh bidan yang mendapatkan pelatihan. Sebelumnya beberapa dokter dan bidan juga telah terlebih dahulu mendapatkan pelatihan," kata dia.
Seorang ahli yang didatangkan untuk pelatihan kontrasepsi mantap bagi dokter dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI), dr Asri mengatakan kontrasepsi vasektomi menggunakan metode bedah tanpa pisau sangat aman efektif dengan keberhasilan mendekati 100 persen.
"Vasektomi bedah tanpa pisau bisa dilakukan hanya dalam waktu 10 menit dan tidak sakit. Filosofinya adalah bukan menghindari kehamilan tetapi mencegah pembuahan sel telur. Peserta vasektomi tetap bisa melakukan aktifitas suami istri secara normal setelahnya," kata dia.
Menurut dr Elsa Pongtuluran dari BKKBN Kepri, vasektomi merupakan prosedur yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen.
"Vasektomi adalah operasi kecil (bedah minor) tanpa pisau yang dilakukan untuk mencegah transportasi sperma pada testikel dan penis," lanjut dia.
Pascavasektomi, kata dia, pria masih dapat mengalami ereksi dan ejakulasi. Volume, warna dan kekentalan cairan yang dikeluarkan pada saat ejakulasi juga tidak berubah, hanya saja tidak terdapat sperma dalam cairan tersebut.
"Tanpa adanya sperma pada cairan semen, maka tidak akan terjadi pembuahan meskipun cairan semen masuk dan mencapai sel telur," kata dia. (KR-LNO/M019)
"Target kami hingga akhir tahun 95 peserta, sampai akhir bulan ke-4 pesertanya sudah mencapai 30 orang," katanya di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, pelayanan pada peserta KB vasektomi dilakukan oleh dokter dari seluruh rumah sakit di seluruh Provinsi Kepri yang telah mendapatkan pelatihan oleh dokter BKKBN Pusat.
"Tahun-tahun sebelumnya kami terkendala kurangnya dokter yang bisa melakukan pelayanan vasektomi tanpa operasi. Namun kini beberapa dokter dari tujuh kota/kabupaten sudah mendapatkan pelatihan sehingga mampu melaksanakan pelayanan vasektomi," kata dia.
Sunarto mengatakan, akan terus melakukan pelatihan terhadap dokter dan bidan terutama untuk bisa melayani KB metode jangka panjang seperti vasektomi, tubektomi (KB metode sterilisasi bagi wanita), pemasangan IUD (alat kontrasepi dalam rahim), dan implan (susuk).
"Pada 24-25 April kemarin ada tujuh dokter dan tujuh bidan yang mendapatkan pelatihan. Sebelumnya beberapa dokter dan bidan juga telah terlebih dahulu mendapatkan pelatihan," kata dia.
Seorang ahli yang didatangkan untuk pelatihan kontrasepsi mantap bagi dokter dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI), dr Asri mengatakan kontrasepsi vasektomi menggunakan metode bedah tanpa pisau sangat aman efektif dengan keberhasilan mendekati 100 persen.
"Vasektomi bedah tanpa pisau bisa dilakukan hanya dalam waktu 10 menit dan tidak sakit. Filosofinya adalah bukan menghindari kehamilan tetapi mencegah pembuahan sel telur. Peserta vasektomi tetap bisa melakukan aktifitas suami istri secara normal setelahnya," kata dia.
Menurut dr Elsa Pongtuluran dari BKKBN Kepri, vasektomi merupakan prosedur yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen.
"Vasektomi adalah operasi kecil (bedah minor) tanpa pisau yang dilakukan untuk mencegah transportasi sperma pada testikel dan penis," lanjut dia.
Pascavasektomi, kata dia, pria masih dapat mengalami ereksi dan ejakulasi. Volume, warna dan kekentalan cairan yang dikeluarkan pada saat ejakulasi juga tidak berubah, hanya saja tidak terdapat sperma dalam cairan tersebut.
"Tanpa adanya sperma pada cairan semen, maka tidak akan terjadi pembuahan meskipun cairan semen masuk dan mencapai sel telur," kata dia. (KR-LNO/M019)