Batam (ANTARA Kepri) - Pemadaman listrik bergilir di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, akan berlangsung hingga Juni 2012.
       
"Pemadaman baru akan berakhir setelah bulan Juni bila pembangkit listrik Panaran bisa difungsikan," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam Ardy Winata di Batam, Selasa.
       
Ia mengatakan bahwa PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (B'right PLN Batam) menemui Wali Kota untuk menjelaskan situasi yang sedang terjadi.
       
Menurut Ardy, PLN Batam dalam kondisi bermasalah karena beberapa mesin yang mati sehingga terpaksa melakukan pemadaman listrik bergilir.
       
"Sebenarnya mereka juga tidak mau pemadaman bergilir, tapi mereka benar-benar terdesak," kata dia.
       
B'right PLN Batam melakukan pemadaman bergilir hampir setiap hari sejak April 2012 dengan alasan beberapa mesinnya mati.
       
Bila pembangkit listrik Panaran berfungsi, baru listrik di kota industri bisa normal kembali, kata Ardy.
       
"Itu pun kalau Juni Panaran sudah bisa dijalankan," kata dia melanjutkan.
       
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi mengatakan pemerintah mendorong agar B'right PLN menjelaskan kondisinya kepada masyarakat agar mengerti.
       
"Kami akan panggil PLN bagaimana langkah PLN berikan pengertian ke masyarakat," kata dia.
       
Seharusnya, kata dia, PLN memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan keterbatasan energi.
       
Pemerintah kota, kata dia, sulit mensomasi PLN Batam meskipun langkah B'right PLN merugikan masyarakat.
       
"Kalau kami somasi PLN bisa bangkrut," kata dia.
       
Sebenarnya, kata dia, pemerintah daerah selalu memberikan advokasi kepada pemerintah pusat untuk mendukung B'right PLN Batam. Apalagi terkait kenaikan harga bahan bakar gas.
       
Sementara itu, warga kota menyesali pemadaman bergilir yang dilakukan B'right PLN Batam.
       
"Bagaimana mau bersaing dengan kawasan industri lain kalau listriknya mati terus," kata warga Batam Kota Aini. (Y011/R007)

Editor: Dedi