Natuna (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, melaksanakan gotong royong untuk membersihkan sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS) di Kecamatan Bunguran Timur.
Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas DLH Kabupaten Natuna, Poller Sirait, dikonfirmasi dari Natuna, Rabu, mengatakan bahwa kegiatan gotong royong sudah berlangsung selama dua hari, mulai Selasa (25/2).
Penumpukan sampah merupakan salah satu dampak dari berkurangnya tenaga kebersihan, akibat tenaga non-ASN (aparatur sipil negara) DLH di rumahkan sementara. Pengurangan pegawai, lanjutnya, menyebabkan layanan pengangkutan sampah menjadi kurang maksimal.
"Pekerja di TPS yang sebelumnya berjumlah 33 orang kini hanya tersisa 15 orang, dan dari jumlah tersebut, 11 orang di antaranya adalah pekerja wanita," ujar dia.
Dalam kegiatan ini, DLH memaksimalkan tenaga kebersihan yang tersedia. Selain itu, dirinya beserta kepala dinas juga turun untuk membantu membersihkan sampah.
"Kami bersama-sama membantu menyelesaikan pengangkutan sampah di TPS dengan mengerahkan pegawai persampahan yang bertugas di kantor serta petugas di tempat pembuangan akhir (TPA)," ucap dia.
Baca juga: Lanal Bintan berhasil gagalkan penyelundupan PMI nonpresedural di Selat Riau
Ia menjelaskan bahwa TPS diperuntukkan bagi masyarakat, sedangkan pihak swasta dilarang membuang sampah di sana.
"Pihak swasta yang menggunakan kendaraan roda empat sudah diimbau dan diarahkan untuk tidak membuang sampah ke TPS, melainkan langsung ke TPA," ujar dia.
DLH mencatat bahwa rata-rata sampah yang diangkut per hari mencapai 13,27 ton. Jika tidak ditangani dengan baik, jumlah tersebut berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan.
Oleh karena itu, kolaborasi dalam menjaga kebersihan perlu dilakukan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan bahan yang dapat menjadi sampah, mengelola sampah dari rumah, serta mengolah sampah menjadi barang baru yang dapat dimanfaatkan.
"Berdasarkan data 2024, rata-rata sampah yang diangkut mencapai 13,27 ton per hari," ucap dia.
Baca juga: SLB Negeri Natuna hadirkan layanan antar-jemput siswa