Batam (ANTARA Kepri) - Gerakan Masyarakat Peduli Batam menuding perusahaan-perusahaan pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) tidak peduli lingkungan.
"REI tidak memberikan respon terhadap Eco Green Batam padahal banyak perusahaan besar lain, terutama yang asing berkomitmen menanam pohon," kata Ketua Gempita Hanny Andries di Batam.
Panitia Eco Green dari Gempita sudah mengirimkan surat pemberitahuan rencana penanaman 15.000 pohon trembesi di sepanjang jalan protokol, namun tidak direspon REI.
Padahal, kata dia, perusahaan pengembang yang paling banyak merusak lingkungan Batam dengan kegiatan "cut and fill" pada lahan.
Seharusnya, REI yang berdiri paling depan dalam acara yang rencananya memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia itu.
Gempita bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batam berencana menanam pohon berhadiah mobil pada Sabtu (7/7).
Ia mengatakan banyak perusahaan besar menyambut acara itu dengan ikut menanam pohon dan menggalakan pekerjanya untuk ikut membantu, di antaranya McDermott.
Menurut dia, sebenarnya banyak perusahaan ingin mengembalikan keasrian Batam melalui penanaman pohon sejak lama, namun terkendala masalah lahan.
"Masyarakat tidak tahu di mana menanamnya agar tidak melanggar dan tidak dicabut pemerintah," kata dia.
Sementara penanaman pohon Eco Green Batam itu melibatkan penguasa lahan di Batam, Badan Pengusahaan untuk menentukan lokasi penanaman yang sesuai.
Panitia, kata dia, memilih menanam 1.500 bibit pohon trembesi di sepanjang jalan protokol.
Hanny mengatakan tiap Pohon Trembesi secara ilmiah dapat menyerap 28 ton CO2 per tahun.
"Pohon itu dapat mengatasi polusi gas karbon," kata dia.
Pohon itu juga dipercaya dapat menyeimbangkan ekosistem dan berusia hingga ratusan tahun.
Pada penanaman pohon yang dipusatkan di Tumenggung Abdul Djamal, panitia melibatkan seluruh PNS Batam, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Serikat Pekerja Nasional, TNI, Polri dan perusahaan-perusahaan besar.
"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk datang membantu di lokasi terdekat dengan rumah warga," kata dia. (Y011/M009)
Editor: Rusdianto
Gempita Tuding REI Tidak Peduli Lingkungan
Jumat, 6 Juli 2012 17:47 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Kepri hadirkan pangan murah melalui gerakan pangan murah serentak 2026
13 February 2026 15:19 WIB
Gubernur Kepri terbitkan surat edaran gerakan mengambil rapor bersama ayah
19 December 2025 5:33 WIB
Pemkab Natuna siapkan bahan pokok untuk Gerakan Pangan Murah di pulau penyangga
23 November 2025 18:46 WIB
Bulog Tanjungpinang salurkan 1 ton beras dan 300 liter Minyakita 300 via GPM
13 October 2025 18:28 WIB