Batam (ANTARA Kepri) - Sekitar 20 ribu rumah di Kota Batam, Kepulauan Riau tidak memiliki izin dan berdiri di lahan yang diperuntukan bagi investor.

"Berdasarkan pendataan terakhir oleh tim terpadu Badan Pengusahaan (BP) Batam, jumlah rumah tanpa izin di Batam mencapai sekitar 20 ribu unit yang tersebar di seluruh wilayah kota," kata Kepala Direktur Pengamanan, Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Cecep Rusmana di Batam, Kamis.

Ia mengatakan, rumah tersebut rata-rata berdiri diatas lahan yang diperuntukan bagi industri dan kebutuhan lain sehingga saat perusahaan pemilik lahan ingin membangun harus ditertibkan.

"Kalau mereka tidak mau pindah dengan kesadaran sendiri, cepat atau lambat mereka harus ditertibkan, karena lahan yang didiami memang bukan untuk mereka," kata Cecep.

Cecep mengatakan, saat ini tim terpadu BP Batam terus mendata pemilik-pemilik lahan bermasalah yang ada di Batam untuk mencari solusi bagi penghuninya sehingga tidak perlu terjadi konflik saat ditertibkan.

"BP Batam bersama Kementerian Perumahan Rakyat berencana akan merelokasi penghuni rumah tidak berizin tersebut untuk mengatasi permasalahan pemukiman di Batam. Pendataan terus kami lakukan," kata Cecep.

Kepala BP Batam, Mustofa Widjaja mengatakan pada pulau-pulau sekitar Batam yang akan dibangun hunian bagi warga yang saat ini menghuni rumah tidak berizin tersebut akan dihubungkan dengan jembatan menuju Batam.

"Kami sudah bicarakan untuk membangun itu, tapi tidak gratis. Namun, harus dicicil dengan cicilan yang murah dan terjangkau. Kami telahmembicarakan hal tersebut dengan Kemenpera untuk menyedikan rumah-rumah tersebut," katanya.

Menurut dia, kemungkinan tempat yang tepat untuk membangun hunian tersebut adalah pulau-pulau yang berdekatan dengan Pulau Batam (pulau utama Kota Batam).

"Kami juga berencana dengan pemerintah Kota Batam untuk menyediakan transportasi yang menghubungkan hunian tersebut ke Kota Batam," kata Mustofa.

Ia mengatakan, rencana tersebut satu cara untuk mengatasi permasalahan rumah tidak berizin yang terus bertambah di Batam seiring dengan tingginya pertumbuhan penduduk. (KR-LNO/N001)

Editor: Rusdianto