Wow..Batam Hasilkan 92.850 Ton Limbah B3
Kamis, 4 Oktober 2012 17:43 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Industri di Kota Batam menghasilkan limbah bahan beracun dan berbahaya sebanyak 92.850 ton dalam setahun.
"Sepanjang tahun, total limbah yang terkelola 92.850 ton," kata Kepala Badan Pengelolaan Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Kamis.
Limbah itu, kata dia, dihasilkan dari 376 perusahaan penghasil limbah B3 yang diawasi Bapedalda.
Umumnya, limbah dihasilkan dari industri galangan kapal, rumah sakit, elektronik dan manufaktur.
Dari 92.850 ton limbah yang dihasilkan, sebanyak 35 persen di antaranya dikelola di Kawasan Pengelolaan Limbah Industri (KPLI) Batam, sedangkan sisanya dikirim ke Jawa.
Limbah yang dikelola di Batam, umumnya dalam bentuk cair. Sedangkan yang padat, masih sulit dikelola di daerah.
Ia mengatakan KPLI Batam mampu mendaur ulang limbah kimia menjadi bahan yang dapat digunakan lagi.
"Bahan kimia didaur ulang menjadi beberapa jenis, di antaranya etanol murni yang diekspor ke Singapura," kata dia.
Dari seluruh limbah kimia, KPLI mampu mengolah sekitar 35 persen di antaranya menjadi bahan berguna, sedangkan ampasnya dikirim ke pabrik pengolah limbah B3 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Barang-barang yang terkontaminasi dibakar di KPLI, tidak dikirim ke Cileungsi," kata dia.
Pengelolaan limbah oleh KPLI Batam menghemat biaya angkut limbah ke Pulau Jawa.
Sementara itu, Dendi memperkirakan masih ada perusahaan yang tidak mengelola limbah dan membuangnya sembarangan.
"Kami perkirakan ada dua persen yang dianggap melakukan penyimpangan," kata dia.
Penyimpangan, kata dia, biasanya dilakukan dengan mencampur limbah B3 dan domestik lalu membuangnya ke tempat pembuangan akhir.
Bapedalda terus melakukan pengawasan agar perusahaan tetap menjalankan ketentuan pengelolaan limbah dan tidak membuangnya sembarangan.
Ditanya mengenai proses pemulangan limbah B3 PT JOM yang diimpor beberapa tahun lalu, ia enggan menjawabnya.
"Masih di situ," jawab dia singkat.(Y011/S006)
Editor: Dedi
"Sepanjang tahun, total limbah yang terkelola 92.850 ton," kata Kepala Badan Pengelolaan Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Kamis.
Limbah itu, kata dia, dihasilkan dari 376 perusahaan penghasil limbah B3 yang diawasi Bapedalda.
Umumnya, limbah dihasilkan dari industri galangan kapal, rumah sakit, elektronik dan manufaktur.
Dari 92.850 ton limbah yang dihasilkan, sebanyak 35 persen di antaranya dikelola di Kawasan Pengelolaan Limbah Industri (KPLI) Batam, sedangkan sisanya dikirim ke Jawa.
Limbah yang dikelola di Batam, umumnya dalam bentuk cair. Sedangkan yang padat, masih sulit dikelola di daerah.
Ia mengatakan KPLI Batam mampu mendaur ulang limbah kimia menjadi bahan yang dapat digunakan lagi.
"Bahan kimia didaur ulang menjadi beberapa jenis, di antaranya etanol murni yang diekspor ke Singapura," kata dia.
Dari seluruh limbah kimia, KPLI mampu mengolah sekitar 35 persen di antaranya menjadi bahan berguna, sedangkan ampasnya dikirim ke pabrik pengolah limbah B3 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Barang-barang yang terkontaminasi dibakar di KPLI, tidak dikirim ke Cileungsi," kata dia.
Pengelolaan limbah oleh KPLI Batam menghemat biaya angkut limbah ke Pulau Jawa.
Sementara itu, Dendi memperkirakan masih ada perusahaan yang tidak mengelola limbah dan membuangnya sembarangan.
"Kami perkirakan ada dua persen yang dianggap melakukan penyimpangan," kata dia.
Penyimpangan, kata dia, biasanya dilakukan dengan mencampur limbah B3 dan domestik lalu membuangnya ke tempat pembuangan akhir.
Bapedalda terus melakukan pengawasan agar perusahaan tetap menjalankan ketentuan pengelolaan limbah dan tidak membuangnya sembarangan.
Ditanya mengenai proses pemulangan limbah B3 PT JOM yang diimpor beberapa tahun lalu, ia enggan menjawabnya.
"Masih di situ," jawab dia singkat.(Y011/S006)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wow! 13,9 persen remaja pakai aplikasi kencan untuk cari pasangan seksual
25 July 2024 10:50 WIB, 2024
Wow! Indonesia jadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk semifinal
27 April 2024 12:47 WIB, 2024