Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Proyek penyediaan air bersih di di Desa Balai Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga dan Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna, dinilai gagal karena tidak memberi manfaat kepada masyarakat.
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Sofyan Samsir, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, kegagalan itu disebabkan kurangnya pengawasan selama pelaksanaan proyek.
Konsultan maupun pengawasan dari instansi terkait, khususnya pemimpin proyek tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya," kata anggota dewan dari daerah pemilihan Natuna dan Anambas.
Anggaran pembangunan dam air bersih di Desa Balai Sabang Mawang bersumber dari APBN 2011 sebesar Rp2 miliar. Proyek yang ditangani Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum itu kini terbengkalai.
Berdasarkan hasil peninjauan di lokasi proyek, kata dia, ternyata jaringan pipa yang sedianya dipasang di sepanjang jalan di Desa Balai dibiarkan terbengkalai.
"Yang dikerjakan oleh pemborong cuma bak penampung dua buah dengan ukuran tinggi sekitar dua meter kali empat meter," ungkapnya yang baru-baru ini meninjau lokasi proyek tersebut.
Kepala Desa Balai Sabang Mawang, Pulau Tiga, mengeku pengerjaan proyek telah terbengkalai.
Sofyan yang juga Anggota Komisi III DPRD Kepri itu menyatakan prihatin atas terbengkalainya proyek tersebut. Padahal program air bersih tersebut dimaksudkan agar dinikmati masyarakat Natuna.
Bupati dan DPRD Kepri perlu waktu meyakinkan pemerintah pusat sehingga akhirnya Desa Balai Sabang Mawang ditunjuk sebagai lokasi proyek air bersih.
Lainnya
Bila di Desa Balai Sabang Mawang kecamatan Pulau Tiga, proyeknya gagal diselesaikan, lain lagi kejadiannya di Kecamatan Midai, Natuna.
Di kecamatan yang berpenduduk sekitar 6.000 jiwa yang terdiri satu pulau itu, proyek air bersihnya selesai dikerjakan dengan dana dari APBD 2011 sebesar Rp 900 Juta.
"Hanya sayang, meski proyeknya tuntas dikerjakan, tapi karena dibangun di lokasi yang salah, maka bak penampung akhirnya terbuang percuma, karena tak ada sumber air di sana," katanya yang juga mantan wartawan di Riau.
Melihat kejadian itu, ia mengaku hanya bisa mengurut dada. Ia berjanji akan membawa kedua persoalan ini dalam rapat dengan Kepala Dinas PU Provinsi Kepri dalam waktu dekat, sedangkan terhadap proyek yang didanai melalui APBN, dirinya mengaku akan menyampaikan kepada Direktorat Cipta Karya Kementerian PU di Jakarta.(*)
Editor: Dedi
Proyek Air Bersih di Natuna Gagal
Selasa, 23 Oktober 2012 19:25 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Investasi energi hijau Proyek Vanda Solar & Battery senilai Rp800 T masuk kawasan BBK
20 April 2026 15:42 WIB
Empat pekerja proyek di Jagakarsa tewas, Polda Metro Jaya selidiki unsur kelalaian
04 April 2026 6:47 WIB
KPK sebut CCTV di rumah Ono Surono dimatikan oleh keluarga saat penggeledahan
02 April 2026 15:48 WIB