Batam (ANTARA) - Kepolisian resor kota (Polresta) Barelang, Polda Kepulauan Riau, meningkatkan profesionalisme personel dalam penanganan unjuk rasa dengan melaksanakan latihan pengendalian massa yang diikuti personel gabungan dari berbagai fungsi, polsek jajaran hingga regu polwan negosiator.

"Latihan ini untuk memastikan personel mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur dalam penanganan unjuk rasa," kata Kabagops Polresta Barelang AKP Yudi Kurniadi di Batam, Sabtu.

Latihan ini digelar di Mapolresta Barelang, Kota Batam pagi tadi, dipimpin oleh AKP Yudi selaku Kabagops Polresta Barelang beserta Kasat Samapta AKP Satri Putra.

Baca juga: Cuaca wilayah Kepri pada Minggu berpotensi hujan

Dia menjelaskan, dalam latihan ini personel mengikuti simulasi latihan yang disiapkan dengan dua skenario. Yakni skenario situasi hijau, dan skenario situasi kuning.

Pada situasi hijau, lanjut dia, di mana massa aksi menyampaikan aspirasi secara tertib. Cara bertindak pada situasi ini, tim negosiator Polwan memberikan imbauan persuasif, sementara personel Dalmas awal melakukan pengamanan menggunakan tali dalmas untuk menjaga agar massa tidak menerobos objek vital.

Kedua, adalah simulasi situasi kuning, di mana massa digambarkan mulai tidak tertib dan melakukan tindakan anarkis.

Dalam skenario ini, kata dia, personel Dalmas melakukan formasi pendorongan, kendaraan water canon melakukan penyemprotan, dan regu penembak gas air mata melakukan tindakan pengendalian.

Baca juga: BPBD Natuna imbau masyarakat waspada potensi banjir dan longsor

Setelahnya, sambung dia, negosiator kembali memberikan imbauan, massa akhirnya dapat dibubarkan sesuai skenario yang ditetapkan.

Yudi menekankan, latihan ini merupakan bentuk kesiapan Polresta Barelang dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

"Kami juga menekankan pendekatan humanis agar pengendalian massa tetap berjalan secara profesional," ujarnya.

Dia menyebut, latihan ini selain meningkatkan keterampilan personel juga mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana yang dimiliki, mulai peralatan dalmas, kendaraan AWC (water canon), alat komunikasi, hingga perlengkapan pendukung lainnya.

Menurut dia, dengan latihan tersebut, baik kemampuan individu personel didukungan peralatan dapat saling melengkapi tugas penanganan unjuk rasa di Kota Batam.

"Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas pengamanan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Yudi.

"Sekaligus menegaskan kesiapan Polri memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat serta memastikan setiap penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib dan kondusif," sambung.

Baca juga:
BGN catat program MBG di Karimun serap 733 relawan

Bulog pastikan penjualan beras SPHP jangkau pulau-pulau kecil di Karimun


Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026