Singapura (ANTARA Kepri) - Serial drama Serangoon Road yang ditayangkan stasiun televisi ternama HBO bertabur bintang Hollywood dan Asia.
"Saya senang bisa bergabung dalam serial ini. Ada banyak aktor dari Australia dan Singapura," kata aktris Hollywood Joan Chen di Singapura, Rabu.
Joan Chen adalah aktris Hollywood yang bermain dalam sejumlah film, antara lain The Last Emperor.
Selain Joan Chen, bintang Hollywood lain yang ikut meramaikan film seri pertama HBO Asia itu antara lain Russel Wong yang ikut berperan dalam Romeo Must Die dan The Mummy-Tomb of the Dragon Emperor.
Aktor kenamaan Indonesia, Ario Bayu juga ikut bagian dalam film seri yang syuting di Studio Kinema Batam.
Ario melejit dalam film Catatan (Harian) Si Boy dan Rumah Dara, di Indonesia.
Selain itu, aktor Singapura Alaric Tay dan Pamelyn Chee juga mengambil bagian dalam serial bersama aktor Australia Don Hany, Maeve Dermody dan Rachael Blake.
Pengambilan gambar serial itu sebagian besar dilakukan di Batam. Hanya 20 persen saja di Singapura.
Studio Kinema diubah menjadi Jalan Serangoon di Singapura pada era 1960-an. Saat ini, serial itu masih dalam tahap syuting, yang diperkirakan selesai pekan ini.
Sementara itu, aktor Indonesia Ario Bayu mengatakan senang bisa terlibat dalam serial yang diproduksi Singapura dan Australia itu.
"Sampai sekarang saya kadang masih sulit percaya, wow... 'I am here'," kata pria yang besar di Selandia Baru itu
Dalam serial drama detektif itu, Ario berperan sebagai Amran, seorang inspektur polisi berdarah Melayu yang membantu dua detektif keturunan Eropa dalam memecahkan kasus. Ario pun diharuskan berdialek Melayu Malaysia.
Ia mengatakan menggunakan logat Malaysia bukan tantangan terbesar, karena dibantu beberapa kru film yang terbiasa menggunakan dialek negeri jiran.
Namun, sering kali ia kesulitan mendapatkan padanan kata yang tepat dalam Bahasa Melayu saat harus beradu peran dengan pemeran utama, Don Hanny asal Australia. Apalagi, Ario besar di Selandia Baru, sehingga sering terpancing menggunakan bahasa dan logat Australia, tetangga dekat Selandia Baru.
Ia mengatakan tidak memiliki banyak waktu untuk mempelajari sejarah Singapura. Mengingat serial itu berlatar belakang Negeri Singa di era 1960-an.
"Saya hanya punya sedikit waktu. Tinggal sepekan, untuk mempelajari fakta sejarah," kata dia.
Meski begitu, ia mengatakan dapat memainkan peranannya dengan baik. "Emosi lebih penting," kata dia.(*)
Editor: Dedi
Serial "Serangoon Road" Bertabur Bintang
Rabu, 23 Januari 2013 18:20 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026