Batam (Antara Kepri) - Setelah jatuh beberapa poin saat Hari Raya Imlek, nilai tukar dolar Singapura atas rupiah di Batam mulai kembali normal.
"Sekarang nilai dolar Singapura sudah mulai naik, tapi belum normal betul," kata Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Valuta Asing Amat Tantoso di Batam, Jumat.
Ia mengatakan di Batam, nilai dolar Singapura kembali menguat di Rp7.835 per satu dolar Singapura. Pada hari pertama dan kedua Imlek, nilai mata uang negara jiran itu sempat menyentuh Rp7.737 per dolar Singapura.
Penurunan mata uang Singapura saat hari kedua Imlek, lanjutnya, disebabkan tutupnya bank-bank di Singapura, sehingga pasokan mata uang itu menumpuk.
"Padahal banyak wisatawan yang masuk. Kelebihan stok, jadi otomatis nilainya turun," kata dia.
Ia memprediksi nilai dolar Singapura terus akan kembali normal dan menguat.
Di tempat yang sama Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas mengatakan, nilai rupiah pada awal 2013 melemah.
Jika diperlukan, kata dia, BI akan mengevaluasi kebijakan-kebijakan fiskal.
"BI akan mengevaluasi kebijakan-kebijakan bila dibutuhkan," kata dia.
BI juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk memastikan perekonomian dan penguatan nilai rupiah. (Antara)
Editor: Rusdianto
Dolar Singapura Kembali Normal
Jumat, 15 Februari 2013 19:13 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB
Pemerintah target nilai tukar rupiah ke dolar di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500
20 May 2026 11:54 WIB
Pendapatan Iran dari 'pengelolaan' Selat Hormuz diperkirakan capai 15 Miliar dolar AS
17 April 2026 11:20 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB