BK DPRD Kepri Tunggu Laporan Dugaan Perselingkuhan
Minggu, 24 Februari 2013 18:52 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Kehormatan DPRD Provinsi Kepulauan Riau menunggu laporan resmi dari anggota legislatif asal Partai Golkar, Raja Syahniar, maupun pihak-pihak lainnya yang menduga adanya perselingkuhan yang terjadi di internal staf sekretariat.
"Kami sudah mengikuti perkembangan isu dugaan perselingkuhan antara pejabat eselon II dengan pejabat eselon III di internal Sekretariat DPRD Kepulauan Riau (Kepri). Namun permasalahan itu belum dapat ditindaklanjuti, karena belum ada laporan resmi," kata Ketua Badan Kehormatan DPRD Kepri HM Sadar di Tanjungpinang, Minggu.
Sadar yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan, BK DPRD Kepri tidak dapat menindaklanjuti permasalahan itu hanya berdasarkan berita di media massa dan aksi unjuk rasa yang dilakukan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjungpinang. Selain itu, kata dia, fakta-fakta yang menguatkan bahwa dugaan perselingkuhan itu sebaiknya dilampirkan dalam surat yang diserahkan kepada BK DPRD Kepri.
"Kami menunggu laporan dan data-data yang membenarkan dugaan isu perselingkuhan itu. Tanpa itu kami tidak akan menindaklanjutinya," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Syahniar yang menduga adanya perselingkuhan di internal sekretariat itu juga belum dapat dilakukan selama belum ada laporan ke BK DPRD Kepri. Syahniar sebaiknya tidak hanya berkomentar di media massa, melainkan melaporkan permasalahan itu secara resmi kepada BK DPRD Kepri.
Jika kasus perselingkuhan itu benar, maka BK DPRD Kepri dapat merekomendasikan kepada pemerintah untuk memberi sanksi berdasarkan ketentuan yang berlaku.
"Kami terbentur mekanisme dan ketentuan sehingga tidak dapat meminta klarifikasi kepada Raja Syaniar, meski dia menjabat sebagai Wakil Ketua BK DPRD Kepri," ujarnya.
Sebelumnya, Raja Syahniar yang juga anggota Komisi I DPRD Kepri mengaku telah beberapa kali melihat secara langsung ES, pejabat eselon II DPRD Kepri yang sedang bermesraan dengan Ma, stafnya. Permasalahan ini dapat mengganggu kinerja sekretariat jika tidak dituntaskan.
"Permasalahan ini sudah lama terjadi. Saya sudah empat kali memergoki keduanya sedang bermesraan," katanya.
Terkait permasalahan itu, ES, sebelumnya telah membantah. Ia menegaskan tidak pernah berselingkuh dengan Ma.
"Itu isu bohong," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Kami sudah mengikuti perkembangan isu dugaan perselingkuhan antara pejabat eselon II dengan pejabat eselon III di internal Sekretariat DPRD Kepulauan Riau (Kepri). Namun permasalahan itu belum dapat ditindaklanjuti, karena belum ada laporan resmi," kata Ketua Badan Kehormatan DPRD Kepri HM Sadar di Tanjungpinang, Minggu.
Sadar yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan, BK DPRD Kepri tidak dapat menindaklanjuti permasalahan itu hanya berdasarkan berita di media massa dan aksi unjuk rasa yang dilakukan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjungpinang. Selain itu, kata dia, fakta-fakta yang menguatkan bahwa dugaan perselingkuhan itu sebaiknya dilampirkan dalam surat yang diserahkan kepada BK DPRD Kepri.
"Kami menunggu laporan dan data-data yang membenarkan dugaan isu perselingkuhan itu. Tanpa itu kami tidak akan menindaklanjutinya," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Syahniar yang menduga adanya perselingkuhan di internal sekretariat itu juga belum dapat dilakukan selama belum ada laporan ke BK DPRD Kepri. Syahniar sebaiknya tidak hanya berkomentar di media massa, melainkan melaporkan permasalahan itu secara resmi kepada BK DPRD Kepri.
Jika kasus perselingkuhan itu benar, maka BK DPRD Kepri dapat merekomendasikan kepada pemerintah untuk memberi sanksi berdasarkan ketentuan yang berlaku.
"Kami terbentur mekanisme dan ketentuan sehingga tidak dapat meminta klarifikasi kepada Raja Syaniar, meski dia menjabat sebagai Wakil Ketua BK DPRD Kepri," ujarnya.
Sebelumnya, Raja Syahniar yang juga anggota Komisi I DPRD Kepri mengaku telah beberapa kali melihat secara langsung ES, pejabat eselon II DPRD Kepri yang sedang bermesraan dengan Ma, stafnya. Permasalahan ini dapat mengganggu kinerja sekretariat jika tidak dituntaskan.
"Permasalahan ini sudah lama terjadi. Saya sudah empat kali memergoki keduanya sedang bermesraan," katanya.
Terkait permasalahan itu, ES, sebelumnya telah membantah. Ia menegaskan tidak pernah berselingkuh dengan Ma.
"Itu isu bohong," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Bahasa tekankan pentingnya revitalisasi Bahasa Melayu bagi anak-anak
29 January 2026 16:48 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB