Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan lauk ikan dalam hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap harinya.

Menurut Ansar kondisi geografis Kepri yang merupakan 96 persen wilayah lautan, memiliki sumber daya alam (SDA) ikan melimpah. Dalam setahun, produksi perikanan di provinsi kepulauan itu mencapai 330 ribu ton.

"Produk-produk ikan di Kepri sangat mudah didapatkan, sehingga bisa menjadi alternatif utama untuk menu MBG, selain ayam dan telur," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Rabu.

Baca juga: Kemenkum Kepri bersama Disbudpar Batam gelar kenduri kekayaan intelektual

Selain itu, kata Ansar, ikan juga mengandung protein yang tinggi bagi penerima manfaat MBG mulai dari anak-anak, ibu hamil sampai ibu menyusui.

Beberapa manfaat mengkonsumsi ikan, antara lain, mendukung tumbuh kembang anak, lalu perkembangan otak, dan kesehatan fisik.

"Termasuk menjaga tulang dan gigi tetap kuat, serta membantu mencegah stunting dan anemia," ujar Ansar.

Gubernur  telah menginstruksikan dinas-dinas terkait berkoordinasi dengan setiap SPPG guna memastikan produk-produk ikan menjadi salah satu menu MBG.

Hal ini, lanjut Ansar, bertujuan agar program MBG menyerap produk-produk lokal yang berdampak pada perekonomian masyarakat, khususnya para nelayan.

Baca juga: 13 pendaftar program magang Kemenaker lulus di Imigrasi Ranai

"Dengan demikian, MBG tak hanya menyediakan makan sehat dan bergizi bagi anak bangsa, namun ikut menggerakkan perekonomian lokal," ucap Ansar.

Secara terpisah, Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepri Anindita Ayu menyampaikan hingga Oktober 2025, tercatat telah terbentuk 131 dapur SPPG di seluruh kabupaten dan kota yang melayani 388.523 penerima manfaat.

Dia memaparkan, Batam menjadi wilayah dengan SPPG terbanyak yakni 85 dapur, kemudian Karimun 21 dapur, lalu Tanjungpinang (9), Bintan (8), Natuna (5), Anambas (2), dan Lingga (1).

“Total penerima manfaat mencapai 388.523 ribu dan akan terus bertambah. Program ini juga telah melibatkan 3.935 tenaga kerja lokal, dan ada 479 sekolah penerima manfaat,” katanya.

Anindita menambahkan, dari 131 dapur tersebut, sebanyak 91 SPPG telah beroperasi penuh. Sementara sisanya masih menunggu pencairan dana untuk mulai berproduksi.

Baca juga:
BP Batam raih penghargaan Bhumandala Ariti, beri kemudahan layanan perizinan

Disnakertrans Kepri berhentikan sementara pekerjaan di ASL Shipyard Batam


Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026