Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyampaikan sepuluh besar jenis penyakit yang paling banyak ditangani Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) sepanjang tahun 2025, yang didominasi hipertensi dan diabetes.
Kepala Dinkes Kepri Muhammad Bisri menyebut kasus hipertensi menjadi yang tertinggi mencapai 10.684 kasus, disusul diabates mellitus 8.636 kasus. Kedua penyakit ini sering berdampingan dan menjadi penyebab utama komplikasi serius, seperti jantung, stroke, dan gagal ginjal.
"Tingginya kasus hipertensi dan diabetes mencerminkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin," kata Bisri dihubungi di Tanjungpinang, Sabtu.
Sedangkan jenis penyakit terbanyak lainnya ialah gangguan tulang belakang sebanyak 4.901 kasus, diikuti penyakit jantung iskemik 4.734 kasus. Kedua penyakit ini umumnya berkaitan dengan kebiasaan hidup sendiri, postur tubuh kurang baik, stres dan pola makan tinggi lemak.
"Kondisi ini menunjukkan masyarakat usia produktif pun semakin rentan mengalami gangguan sistem otot dan jantung," ungkap Bisri.
Selanjutnya, gangguan sistem pencernaan dan perut sebanyak 4.042 kasus, lalu penyakit rongga mulut dan kelenjar ludah 3.986 kasus. Kasus ini dipicu pola makan tidak seimbang dan kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji.
Berikutnya, penyakit gagal ginjal 3.603 kasus, yang sebagian besar merupakan komplikasi dari hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol.
Sedangkan sejumlah penyakit lainnya yang cukup tinggi, yakni pernafasan kronis 3.564 kasus, lalu perawatan maternal dan kehamilan berisiko 3.137 kasus, serta gangguan metabolik 3.027 kasus.
"Kasus-kasus penyakit di Kepri sebagian besar merupakan penyakit tidak menular (PTM), yang kini jadi tantangan utama dalam sistem pelayanan kesehatan di daerah," sebut Bisri.
Melihat pola sepuluh besar kasus penyakit di Kepri, pihaknya menekankan pentingnya pencegahan melalui perubahan gaya hidup.
Ia mengimbau masyarakat menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok dan alkohol, serta memeriksa kesehatan secara berkala.
"Langka rutin ini dapat menurunkan risiko PTM (Penyakit Tidak Menular) dan mengurangi beban pelayanan di fasilitas rujukan," ucap Bisri.
Pihaknya terus memperkuat upaya promotif dan preventif guna mencegah penyakit hipertensi maupun PTM di Kepri, dengan fokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat, perubahan gaya hidup, dan deteksi dini.
Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mendeteksi kondisi awal risiko penyakit seseorang, mulai dari bayi baru lahir, lalu anak kecil, remaja, dewasa, sampai orangtua.
Pendaftaran CKG secara online melalui aplikasi Satu Sehat Mobile atau melalui Chatbot WhatsApp di nomor 0812-7887-8812, atau bisa pula datang langsung ke puskesmas terdekat.
"Masyarakat tidak perlu menunggu sakit untuk memeriksa kesehatan diri, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Sekarang sudah ada program CKG, silakan dimanfaatkan," ucap Bisri.