Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meluncurkan buku bertajuk Rethinking Ourselves: Justice, Reform and Ignorance in Postnormal Times yang merupakan memoar sekaligus kumpulan gagasannya sejak tahun 1970-an.
Anwar dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (7/12) menyampaikan buku itu lahir dari catatannya semasa di penjara di Sungai Buloh, Selangor – di mana ia banyak melakukan perenungan tentang keadilan, harga diri bangsa dan masa depan negara.
"Buku ini bukan sekadar memoar, tetapi sejumlah gagasan untuk membangun sebuah negara yang beradab, berasaskan kekuatan nilai, keberanian moral, dan martabat rakyatnya," kata Anwar Ibrahim.
Menurut Anwar, buku itu turut mengangkat persoalan besar tentang bagaimana Malaysia memberantas korupsi yang merampas martabat bangsa, menyembuhkan luka golongan, menangkal ekstremisme agama, serta bagaimana sebuah negara pascakolonial menemukan kembali kedaulatan pikiran dan martabat rakyatnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Anwar Ibrahim luncurkan buku memoar dan gagasan reformasi terbaru
Buku memoar PM Malaysia Anwar Ibrahim diluncurkan
Senin, 8 Desember 2025 5:39 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam peluncuran buku memoarnya bertajuk "Rethinking Ourselves: Justice, Reform and Ignorance in Postnormal Times", di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (7/12/2025). ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Laily Rahmawaty
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Soal isu perbatasan Indonesia-Malaysia picu perdebatan di Parlemen Malaysia
04 February 2026 17:24 WIB
Presiden Prabowo dan PM Anwar bahas dampak kebijakan tarif Trump terhadap ASEAN
07 April 2025 5:57 WIB
Idul Adha 1445 H, Bupati Natuna ajak warga teladani sifat keluarga Nabi Ibrahim AS
17 June 2024 18:34 WIB, 2024
Perdana Menteri Palestina desak konflik di Timur Tengah segera dihentikan
10 November 2023 15:13 WIB, 2023
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB