Batam (ANTARA) - Kepolisian resor kota (Polresta) Barelang, Polda Kepulauan Riau, mencatat angka kecelakaan lalu lintas meningkat selama tahun 2025, namun tingkat fatalitas menurun 58 persen dibanding 2024 berdasarkan jumlah korban meninggal dan luka berat.
Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono di Batam, Selasa, mengatakan tahun 2024 angka kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Batam sebanyak 917 kasus, sementara tahun 2025 sebanyak 1.043 kasus.
Untuk korban meninggal dunia sebanyak 33 orang, luka berat 151 orang, dan luka ringan 1.157 orang.
"Dilihat dari trennya terjadi kenaikan kejadian kecelakaan lalu lintas dibanding 2024 sebesar 12 persen," kata Anggoro.
Mantan Diresnarkoba Polda Kepri itu mengatakan peningkatan kasus tersebut menjadi atensi pihaknya untuk melakukan langkah-langkah antisipasi.
"Sebagai pejabat baru, kami melakukan langkah-langkah antisipasi agar kecelakaan lalu lintas bisa menurun," katanya.
"Yang pasti kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam, dan stakeholders lainnya," sambung Anggoro yang baru tiga hari sebagai Kapolresta Barelang.
Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang hadir dalam rilis akhir tahun Polresta Barelang mengatakan ke depan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, salah satunya lewat kurikulum pendidikan lalu lintas yang telah diluncurkan oleh Polresta Barelang bulan lalu.
"Kasus kecelakaan lalu lintas cukup tinggi, tapi Alhamdulillah Polresta Barelang sudah memasukkan kurikulum pendidikan lalu lintas ke sekolah untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada anak didik agar tertib dan disiplin lalu lintas," katanya.
Terpisah, Kasatlantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo menjelaskan secara kuantitas angka kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan 126 kasus atau 12 persen.
Tetapi dari tingkat fatalitas, kata dia, terjadi penurunan drastis terutama terkait korban yang mengalami meninggal dunia di tahun 2024 sebanyak 78 jiwa, dan tahun 2025 sebanyak 33 jiwa.
"Artinya nyawa yang diselamatkan sebanyak 45 nyawa, yaitu turun 58 persen dari tingkat fatalitasnya," ujar Afid.
Begitu juga untuk korban luka berat, kata dia, juga mengalami penurunan di tahun 2024 sebanyak 181 jiwa dan tahun 2025 sebanyak 151 atau turun sebesar 16 persen.
"Tahun 2025 ini angka korban luka berat turun 30 jiwa," ujarnya.
Tetapi untuk luka ringan mengalami kenaikan di tahun 2024 sebanyak 979, di tahun 2025 sebanyak 1.157 orang.
Untuk nilai kerugian materil pada tahun 2025 sebesar Rp3,1 miliar atau naik sebesar 52 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp1,5 miliar.
Afid menyebut rata-rata korban kecelakaan berasal dari kalangan pekerja swasta paling banyak, disusul kalangan pelajar.
"Dilihat dari usia, kebanyakan korban kecelakaan lalu lintas itu dari kalangan usia produktif," ujarnya.
Adapun penyebab kecelakaan lalu lintas di Kota Batam disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya luas jalan yang terdiri atas empat hingga lima lajur atau kategori hight way, minim lampu penerangan jalan, kurangnya rambu petunjuk jalan.
"Juga karena kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat yang kurang. Masyarakat masih banyak melawan arus, putar balik tanpa mengantisipasi kecepatan dari arah yang akan dipotong," kata Afid.