Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menggandeng remaja sebagai mitra dalam upaya menekan angka pernikahan dini dan kekerasan terhadap anak di wilayah perbatasan tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Natuna, Sri Riawati di Natuna, Rabu, mengatakan keterlibatan remaja dinilai penting karena mereka dapat menjadi contoh sekaligus penyampai pesan positif bagi teman sebaya dan lingkungan sekitarnya.

Para remaja digandeng melalui program generasi berencana (genre). Pada tahu  anggaran 2026, program ini dilaksanakan mulai pekan terakhir Desember 2025 hingga pekan terakhir Januari 2026, dengan melibatkan remaja dari berbagai latar belakang.

Remaja yang terlibat berasal dari pusat informasi dan konseling remaja (PIK-R) sekolah menengah atas (SMA) serta PIK-R masyarakat. Dalam program tersebut, para remaja diajak mendaftar untuk menjadi duta genre kabupaten dan mengikuti proses pemilihan.

Dari seluruh peserta yang mendaftar, hanya akan dipilih satu pasang duta genre, yang terdiri dari satu remaja putra dan satu remaja putri.

"Meski demikian, remaja yang tidak terpilih tetap tergabung dalam forum genre dan tetap berperan aktif dalam kegiatan pembinaan remaja," ujar dia.

Pada proses seleksi duta genre di Natuna, tercatat sebanyak 48 orang remaja mendaftar. dari jumlah tersebut, hanya 20 orang atau 10 pasang yang dinyatakan lolos seleksi dan mengikuti pembekalan serta karantina selama dua hari, yaitu pada 26 hingga 27 Januari 2025, di salah satu penginapan di Kecamatan Bunguran Timur.

Selama pembekalan, para peserta diberikan berbagai materi penting, antara lain public speaking, stunting, kesehatan reproduksi remaja dan gizi remaja, dampak kependudukan dan bonus demografi, pencatatan dan pelaporan (siga), serta pengenalan program Kemendukbangga melalui quick win Kemendukbangga.

“Melalui kegiatan ini, kita mencari figur remaja yang mampu menjadi contoh positif bagi lingkungannya. harapan kita bersama adalah agar generasi muda mampu meraih bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ucap Sri Riawati.