Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi kritik yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk pemborosan anggaran negara.

Kepala Negara, dalam agenda Groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta, Jumat, menyebut bahwa pendanaan program tersebut justru berasal dari hasil penghematan dan efisiensi belanja pemerintah.

"Mereka meramalkan proyek ini (MBG, red), pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang," katanya saat berpidato.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo mengungkapkan sejak awal peluncuran program MBG dirinya kerap dituduh menghambur-hamburkan uang negara. Kritik itu, bahkan datang dari sejumlah kalangan terdidik yang meragukan efektivitas program.

Baca juga: Bupati Karimun harap warga jaga kerukunan antar umat saat Imlek dan Ramadhan

Dalam kesempatan itu, Presiden menolak anggapan tersebut dan menegaskan bahwa anggaran MBG diperoleh dari pemangkasan kegiatan yang dinilai tidak produktif.

"Padahal saudara-saudara, uang ini (MBG, red) adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi," katanya.

Pemerintah, kata Presiden, mengurangi praktik pemborosan seperti rapat, seminar, dan perjalanan dinas yang tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Presiden, efisiensi anggaran dilakukan untuk mencegah kebocoran dan potensi korupsi, sekaligus mengalihkan dana negara ke program yang berdampak nyata bagi rakyat, khususnya kelompok ekonomi lemah.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: MBG dituding boros, Prabowo: Dibiayai dari efisiensi anggaran