Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menghibahkan anggaran sebesar Rp2,4 miliar untuk pembangunan Gedong Barong dan tembok penyengker untuk menambah kenyamanan beribadah di Pura Agung Amerta Buana.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri langsung peletakan batu pertama pembangunan fasilitas tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan umat agama.
“Kita semua yang ada di Batam harus memaknai Batam ini sebagai rumah kita bersama. Hari ini kami mulai pembangunan untuk melengkapi fasilitas pura bagi umat Hindu Batam,” ujar Amsakar di Batam, Senin.
Sebagai informasi, pembangunan gedong barong akan menggunakan anggaran sekitar Rp600 juta dan tembok penyengker sejumlah Rp1,8 miliar.
Lalu, ia mengajak umat agama untuk memperkuat satu sama lain dan menyampingkan perbedaan antarumat untuk membangun energi kolektif Batam.
Selain itu, ia juga mengucapkan selamat kepada umat Hindu yang akan merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Saka pada 19 Maret nanti.
Baca juga: Perum Bulog proses pembangunan infrastruktur pascapanen di Natuna perkuat ketahanan pangan
“Semoga pembangunan fasilitas di Pura Agung Amerta Buana ini dapat berjalan lancar, agar umat dapat beribadah, aman dan khusyuk,” kata dia.
Ketua Panitia Pembangunan Pura Agung Amerta Buana, I Made Sondra Wijaya, menjelaskan gedong barong merupakan bangunan utama (utama mandala) yang berfungsi memperkuat energi spiritual pura serta memastikan keselamatan umat yang bersembahyang.
“Gedong barong ini untuk memperkuat energi di dalam pura, demi keamanan, keselamatan, dan kekhusyukan umat dalam beribadah,” katanya.
Sementara itu, tembok penyengker merupakan dinding pembatas yang mengelilingi area pura.
Menurutnya, rencana pembangunan ini sudah lama diwacanakan dan baru terealisasi pada kepemimpinan saat ini.
“Di Kota Batam ini tercatat ada sekitar 400 umat, dengan jumlah jamaah yang rutin ke Pura Agung ini sebanyak 300-400 orang”, kata Made.
Selain umat Hindu, ia mengatakan pura tersebut juga kerap dikunjungi wisatawan mancanegara, termasuk dari India, Singapura, dan Malaysia.
Baca juga: Polda Kepri kerahkan 69 personel amankan libur panjang tahun baru Imlek