KBB Nilai Pendidikan Nonformal Kepri Belum Merata
Minggu, 2 Juni 2013 22:39 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komunitas Bakti Bangsa (KBB) menilai keberadaan lembaga pendidikan nonformal di Provinsi Kepulauan Riau belum merata, padahal dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi siswa.
"Jumlah lembaga pendidikan nonformal cukup banyak, tetapi hanya sebagian yang aktif. Padahal lembaga itu dibutuhkan untuk menambah pengetahuan siswa," kata Ketua Komunitas Bakti Bangsa Kepulauan Riau Eva Fransiska, di Tanjungpinang, Minggu.
Eva mengemukakan, lembaga pendidikan sangat dibutuhkan siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan siswa bermasalah yang tidak diterima lagi di sekolah. Lembaga nonformal dapat memberi ilmu pengetahuan tambahan maupun mempertajam pengetahuan yang didapat siswa di sekolah.
"Banyak anak-anak yang tinggal di pesisir Kepri tidak bersekolah, putus sekolah dan beberapa kali tidak naik kelas. Di tempat inilah lembaga nonformal yang menyelenggarakan pendidikan gratis dibutuhkan," ungkap Eva, yang juga pengajar muda dari komunitas Bakti Bangsa.
Mahasiswa semester akhir jurusan Bahasa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji itu menambahkan, peranan dan fungsi lembaga pendidikan nonformal yang besar mendorong pemerintah untuk melindunginya.
Posisi lembaga formal dan nonformal di dalam UU Pendidikan tidak jauh beda, tetapi kenyataannya perhatian pemerintah daerah hanya berkonsentrasi pada perkembangan pendidikan formal.
Hal itu yang menyebabkan banyak lembaga pendidikan nonformal hanya aktif sebentar, karena tidak mendapat perhatian pemerintah. Sedangkan lembaga pendidikan nonformal yang masih aktif kebanyakan dikelola oleh orang yang memiliki kemampuan materi dan kepedulian sosial yang tinggi, tanpa berharap bantuan dari pemerintah.
"Kami mengingatkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan lembaga pendidikan nonformal, dan memerhatikan lembaga itu agar tetap konsisten memberi pendidikan kepada siswa," ujarnya.
Hal senada dikatakan Sofi, pengajar muda Komunitas Bakti Bangsa Tanjungpinang. Ia menambahkan, para pengajar dari lembaga pendidikan nonformal juga dapat memberi motivasi kepada siswa yang diajarnya untuk belajar dengan giat dan meningkatkan moral.
Selain itu, lanjutnya, pendidik dapat mengajar nilai-nilai kesopanan kepada para siswa yang dapat diterapkan di sekolah, rumah dan di lingkungan tempat para siswa bermain.
Berdasarkan pengalaman pengajar muda Komunitas Bakti Bangsa, kata dia, sebagian siswa yang diajar kurang memahami nilai-nilai kesopanan. Sebagian memahaminya, tetapi jarang menerapkannya karena berbagai faktor penghambat.
Anak-anak yang diajar, yang berasal dari keluarga kurang mampu sebenarnya cukup cerdas, tetapi kurang mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diterimanya. Hal itu yang menyebabkan mereka merasa tertinggal dibanding teman-temannya yang lain.
"Hal yang terpenting dalam mendidik anak adalah memberi motivasi kepada mereka untuk semangat dalam menimba ilmu, dan menyalurkan pengetahuan umum maupun khusus pada mereka," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Jumlah lembaga pendidikan nonformal cukup banyak, tetapi hanya sebagian yang aktif. Padahal lembaga itu dibutuhkan untuk menambah pengetahuan siswa," kata Ketua Komunitas Bakti Bangsa Kepulauan Riau Eva Fransiska, di Tanjungpinang, Minggu.
Eva mengemukakan, lembaga pendidikan sangat dibutuhkan siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan siswa bermasalah yang tidak diterima lagi di sekolah. Lembaga nonformal dapat memberi ilmu pengetahuan tambahan maupun mempertajam pengetahuan yang didapat siswa di sekolah.
"Banyak anak-anak yang tinggal di pesisir Kepri tidak bersekolah, putus sekolah dan beberapa kali tidak naik kelas. Di tempat inilah lembaga nonformal yang menyelenggarakan pendidikan gratis dibutuhkan," ungkap Eva, yang juga pengajar muda dari komunitas Bakti Bangsa.
Mahasiswa semester akhir jurusan Bahasa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji itu menambahkan, peranan dan fungsi lembaga pendidikan nonformal yang besar mendorong pemerintah untuk melindunginya.
Posisi lembaga formal dan nonformal di dalam UU Pendidikan tidak jauh beda, tetapi kenyataannya perhatian pemerintah daerah hanya berkonsentrasi pada perkembangan pendidikan formal.
Hal itu yang menyebabkan banyak lembaga pendidikan nonformal hanya aktif sebentar, karena tidak mendapat perhatian pemerintah. Sedangkan lembaga pendidikan nonformal yang masih aktif kebanyakan dikelola oleh orang yang memiliki kemampuan materi dan kepedulian sosial yang tinggi, tanpa berharap bantuan dari pemerintah.
"Kami mengingatkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan lembaga pendidikan nonformal, dan memerhatikan lembaga itu agar tetap konsisten memberi pendidikan kepada siswa," ujarnya.
Hal senada dikatakan Sofi, pengajar muda Komunitas Bakti Bangsa Tanjungpinang. Ia menambahkan, para pengajar dari lembaga pendidikan nonformal juga dapat memberi motivasi kepada siswa yang diajarnya untuk belajar dengan giat dan meningkatkan moral.
Selain itu, lanjutnya, pendidik dapat mengajar nilai-nilai kesopanan kepada para siswa yang dapat diterapkan di sekolah, rumah dan di lingkungan tempat para siswa bermain.
Berdasarkan pengalaman pengajar muda Komunitas Bakti Bangsa, kata dia, sebagian siswa yang diajar kurang memahami nilai-nilai kesopanan. Sebagian memahaminya, tetapi jarang menerapkannya karena berbagai faktor penghambat.
Anak-anak yang diajar, yang berasal dari keluarga kurang mampu sebenarnya cukup cerdas, tetapi kurang mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diterimanya. Hal itu yang menyebabkan mereka merasa tertinggal dibanding teman-temannya yang lain.
"Hal yang terpenting dalam mendidik anak adalah memberi motivasi kepada mereka untuk semangat dalam menimba ilmu, dan menyalurkan pengetahuan umum maupun khusus pada mereka," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mangrove Bintan mulai dilirik jadi kawasan budidaya dan wisata berkelanjutan
10 February 2026 15:54 WIB
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB
Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam
04 January 2026 7:26 WIB
Komunitas Ojol di Batam dukung Polresta Barelang terapkan kanalisasi lajur kiri
10 November 2025 7:13 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Disdik Kepri anjurkan satuan pendidikan perbanyak tadarus selama bulan Ramadhan
14 February 2026 18:16 WIB
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB