Tanjungpinang (ANTARA) - Polresta Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau (Kepri) menyiapkan layanan penitipan kendaraan yang ditinggal warga berangkat mudik Idul Fitri ke luar kota agar tetap aman dan dalam pengawasan kepolisian.

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Indra Ranu Dikarta mengatakan warga bisa menitipkan kendaaran di kantor Polresta atau Polsek terdekat, dengan menunjukkan KTP dan surat tanda kepemilikan kendaraan, seperti STNK atau BPKB.

"Dengan adanya layanan ini, pemudik tak perlu khawatir lagi meninggalkan kendaraannya, karena sudah dijaga polisi," kata Kombes Indra usai memimpin apel Operasi Ketupat Seligi 2026 di halaman Mapolresta Tanjungpinang, Kamis.

Selain itu, Polresta Tanjungpinang melalui Satuan Polisi Lalu Lintas (Sat Lantas) juga menyiapkan pelayanan tambahan kepada masyarakat di jalan raya, misalnya membantu pengendara yang mengalami insiden kecelakaan, lalu ban bocor hingga kehabisan bahan bakar minyak.

Kapolresta Tanjungpinang turut mengingatkan masyarakat dan para pemudik untuk memanfaatkan layanan call center kepolisian 110 apabila membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kombes Indra menambahkan pihaknya mengerahkan 370 personel gabungan dari unsur Polri, TNI dan berbagai instansi terkait dalam Operasi Ketupat Seligi 2026 terkait pengamanan arus mudik Idul Fitri 2026. Operasi tersebut dimulai pada tanggal 13 sampai 25 Maret 2026.

Dalam operasi ini, kepolisian membangun dua pos pengamanan dan dua pos pelayanan arus mudik yang tersebar di sejumlah titik kepadatan orang, di antaranya Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), hingga Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

"Ini menandakan negara hadir menjamin rasa aman dan nyaman, khususnya bagi warga yang merayakan Idul Fitri," ucapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza menyampaikan lebaran Idul Fitri merupakan momentum yang ditunggu-tunggu seluruh umat Muslim sebagai hari kemenangan setelah satu bulan menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Menurutnya momen lebaran inilah yang dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman yang menjadi tradisi melakukan perjalanan mudik.

"Harapan kami dalam menjalankan Operasi Ketupat Seligi, petugas dapat mengedepankan sisi kemanusiaan dan upaya preventif dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat," ujarnya.

Raja Ariza menegaskan Pemkot Tanjungpinang siap berkolaborasi bersama seluruh pihak guna meminimalisir terjadinya kejahatan dan tindak kriminal di lingkungan masyarakat pada saat lebaran, sehingga perayaan lebaran berlangsung aman dan kondusif.