Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso mendukung pembentukan delapan jurusan baru di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Iskandarsyah.

"Sinyal positif itu kami dapat dari pertemuan dengan Dirjen Dikti tadi pagi bersama Rektor UMRAH Profesor Maswardi M Amin," kata Iskandar di Jakarta ketika dihubungi dari Tanjungpinang, Rabu.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kepri bersama Dewan mendukung pembentukan jurusan baru di beberapa fakultas UMRAH. Dukungan itu telah diberikan secara moral maupun materi yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

UMRAH, kata dia membutuhkan jurusan baru untuk menampung ribuan pelajar yang baru menyelesaikan pendidikan SLTA. Keberadaan UMRAH, dengan biaya pendidikan yang relatif murah diharapkan mampu mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

"Kepri itu merupakan provinsi kepulauan, yang penduduknya berdomisili di berbagai pulau. Salah satu upaya meningkatkan pendidikan masyarakat pesisir adalah menyiapkan sarana dan prasarana kampus yang memadai," ujarnya yang diusung Partai Keadilan Sejahtera.

Iskandar mengemukakan, Pemerintahan Kepri berupaya mendorong UMRAH, sebagai kampus baru yang dinegerikan semakin berkembang. Apalagi berdasarkan Peraturan Presiden tentang Penegerian UMRAH, Pemerintah Kepri wajib memberikan bantuan selama lima tahun.

"Pemerintah Kepri wajib mendukung UMRAH, tidak boleh dilepaskan. Pemerintah Kepri selama ini sudah memberikan perhatian yang besar terhadap UMRAH, salah satunya dengan membangun kampus baru di Dompak," ujarnya.

Menurut dia, delapan jurusan baru yang akan dibentuk adalah  Matematika, Biologi, Kimia, Bahasa Inggris, Manajemen, Ilmu Hukum, Budi Daya Perairan, dan Teknologi Hasil Perikanan. Jurusan baru itu merupakan prodi yang masih diperlukan untuk mendukung pembangunan di Kepri.

"Coba bayangkan jika hanya satu jurusan Bahasa Indonesia di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, akan terjadi kelebihan calon guru. Untuk itu jurusan baru mutlak diperlukan," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto