Batam (Antara Kepri) - Seorang pekerja pingsan dalam aksi protes ratusan pekerja PT Sun Creation Indonesia yang meringsek masuk ke Gedung DPRD Kota Batam memprotes anggota DPRD yang belum berhasil mendesak manajemen perusahaan membayarkan gaji pekerja.

Seorang yang pingsan, Kamis, langsung dibawa ke luar gedung dewan untuk mendapatkan udara segar.

"Dia pingsan karena naik darahnya. Sudah capek betul," kata seorang pekerja Murni.

Setelah berdesak-desakan di lantai II, tepat di depan ruangan pimpinan, akhirnya para pekerja diterima Ketua DPRD Batam Surya Sardi di ruang serba guna.

Dalam diskusi dengan pekerja, Wakil Ketua DPRD meminta pemerintah kota membantu pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, apalagi saat ini menjelang Lebaran.

"Apa perlu rakyat ini bakar-bakaran dahulu. Kalau gedung DPRD dibakar, bagaimana. Kalau dibakar gedung Wali Kota, dibilang anarkis. Wali Kota harus turun tangan," kata dia.

Pada Rabu (31/8) malam, puluhan pekerja menginap di depan Gedung DPRD dengan menggelar tikar. Sampai Kamis, tikar hijau bekas pekerja tidur masih tergelar.

Pekerja Lasmi mengatakan beberapa rekannya memang menginap untuk meminta perhatian anggota dewan. Namun, tidak ada satu anggota DPRD yang menjenguk pekerja. 

"Iya tadi malam ada yang menginap, kawan kami. Tapi tanpa hasil," kata dia.

Nasib 732 orang pekerja PT Sun Creation Indonesia terkatung-katung setelah pemilik perusahaan beserta manajemen menghilang dari Batam dan tidak membayarkan hak-hak pekerja. (Antara)

Editor: Rusdianto