Kolektor Berburu Benda Antik Di Anambas
Sabtu, 26 Juli 2014 19:42 WIB
Anambas (Antara Kepri) - Sejumlah kolektor barang antik dikabarkan sedang berburu benda-benda antik bersejarah yang ada di Kepulauan Anambas, karena barang-barang antik didaerah itu dinilai cukup besar dan dimiliki warga secara pribadi.
"Potensi barang antik yang bersejarah di Anambas cukup besar, sebagian besar dari barang tersebut sekarang dimiliki secara pribadi oleh masyarakat kita. Potensi tersebut tentu dilirik oleh para kolektor benda bersejarah dan beberapa dari mereka sudah mencoba mengajukan penawaran,†ungkap Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbud Pora) Anambas, Madison.
Diungkapnya, sejumlah kolektor diketahui sudah mengajukan penawaran ke sejumlah warga Anambas yang memiliki benda-benda bersejarah tersebut, benda antik bersejarah yang dimaksud merupakan hasil penggalian dan pencarian masyarakat Anambas yang dilakukan secara tradisional yang tersebar di 3 pulau besar yakni pulau Jemaja yang dinilainya sangat besar.
"Paling banyak memang ditemukan di Jemaja. Mungkin karena disana dekat dengan jalur pelayaran Internasional, makanya jaman dulu banyak orang singgah disana. Jadi barang-baranng yang usianya ratusan tahun dan terhitung antik juga banyak ditemukan di pulau Jemaja,†jelas dia.
Dia menilai, minat kolektor terhadap barang antik dan benda-benda bersejarah yang ada di kepulauan Anambas menjadi salah satu kendala bagi kabupaten perbatasan ini untuk mengumpulkan kembali benda bersejarah yang berkaitan dengan sejarah Anambas.
Sebab, Pemkab Anambas harus bersaing harga dengan para kolektor demi memikat hati pemilik agar benda tersebut tetap berada di Anambas dan dapat di inventarisir menjadi benda bersejarah yang berkkaitan dengan sejarah Anambas.
"Memang kalau kita serius ingin mengumpulkan kembali benda bersejarah yang berkaitan dengan sejarah kita di Anambas, kita harus membuat Perda dan menyiapkan anggaran yang sesuai. Tapi jika kita keduluan kolektor akan sangat sulit, apalagi kalau harus bersaing soal harga, tidak jarang kolektor bersedia mengeluarkan biaya besar untuk mendapat barang yang diinginkan," jelasnya.
Pada saat ini Pemkab Anambas melalui Disparbud Pora tengah serius menelusuri benda-benda bersejarah yang berkaitan erat dengan sejarah dan kebudayaan di kepulauan ini. Pihaknya disebut-sebut sedang dalam upaya menginventarisir kekayaan benda bersejarah dan kebudayaan yang berkaitan dengan Anambas.
"Kita belum punya regulasi yang mendasari kita untuk membeli benda-benda bersejarah atau barang antik, walaupun itu berkaitan dengan sejarah Anambas. Karena tidak ada spesifikasi tertentu yang dapat kita jadikan dasar menentukan harga, tidak seperti barang lain. Jadi untuk sementara kita hanya baru dalam tahapan invetaris," jelasnya.
Jika sudah ada regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur mengenai hal tersebut, tidak menutup kemungkinan Pemkab akan berupaya untuk mendapatkan benda-benda antik atau bersejarah tersebut, kendati harus bersaing dengan para kolektor.(Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
"Potensi barang antik yang bersejarah di Anambas cukup besar, sebagian besar dari barang tersebut sekarang dimiliki secara pribadi oleh masyarakat kita. Potensi tersebut tentu dilirik oleh para kolektor benda bersejarah dan beberapa dari mereka sudah mencoba mengajukan penawaran,†ungkap Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbud Pora) Anambas, Madison.
Diungkapnya, sejumlah kolektor diketahui sudah mengajukan penawaran ke sejumlah warga Anambas yang memiliki benda-benda bersejarah tersebut, benda antik bersejarah yang dimaksud merupakan hasil penggalian dan pencarian masyarakat Anambas yang dilakukan secara tradisional yang tersebar di 3 pulau besar yakni pulau Jemaja yang dinilainya sangat besar.
"Paling banyak memang ditemukan di Jemaja. Mungkin karena disana dekat dengan jalur pelayaran Internasional, makanya jaman dulu banyak orang singgah disana. Jadi barang-baranng yang usianya ratusan tahun dan terhitung antik juga banyak ditemukan di pulau Jemaja,†jelas dia.
Dia menilai, minat kolektor terhadap barang antik dan benda-benda bersejarah yang ada di kepulauan Anambas menjadi salah satu kendala bagi kabupaten perbatasan ini untuk mengumpulkan kembali benda bersejarah yang berkaitan dengan sejarah Anambas.
Sebab, Pemkab Anambas harus bersaing harga dengan para kolektor demi memikat hati pemilik agar benda tersebut tetap berada di Anambas dan dapat di inventarisir menjadi benda bersejarah yang berkkaitan dengan sejarah Anambas.
"Memang kalau kita serius ingin mengumpulkan kembali benda bersejarah yang berkaitan dengan sejarah kita di Anambas, kita harus membuat Perda dan menyiapkan anggaran yang sesuai. Tapi jika kita keduluan kolektor akan sangat sulit, apalagi kalau harus bersaing soal harga, tidak jarang kolektor bersedia mengeluarkan biaya besar untuk mendapat barang yang diinginkan," jelasnya.
Pada saat ini Pemkab Anambas melalui Disparbud Pora tengah serius menelusuri benda-benda bersejarah yang berkaitan erat dengan sejarah dan kebudayaan di kepulauan ini. Pihaknya disebut-sebut sedang dalam upaya menginventarisir kekayaan benda bersejarah dan kebudayaan yang berkaitan dengan Anambas.
"Kita belum punya regulasi yang mendasari kita untuk membeli benda-benda bersejarah atau barang antik, walaupun itu berkaitan dengan sejarah Anambas. Karena tidak ada spesifikasi tertentu yang dapat kita jadikan dasar menentukan harga, tidak seperti barang lain. Jadi untuk sementara kita hanya baru dalam tahapan invetaris," jelasnya.
Jika sudah ada regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur mengenai hal tersebut, tidak menutup kemungkinan Pemkab akan berupaya untuk mendapatkan benda-benda antik atau bersejarah tersebut, kendati harus bersaing dengan para kolektor.(Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masyarakat Tanjungpinang tetap berburu takjil di tengah pandemi COVID-19
24 April 2020 19:12 WIB, 2020
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Disdik Kepri anjurkan satuan pendidikan perbanyak tadarus selama bulan Ramadhan
14 February 2026 18:16 WIB
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB