Alat tangkap menjadi kendala nelayan Rembang berburu ikan di Natuna

id Nelayan Rembang terkendala, alat tangkap, untuk berburu ikan di Natuna

Alat tangkap menjadi kendala nelayan Rembang  berburu ikan di Natuna

Kapal nelayan di wilayah Pantura Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Rembang (ANTARA) - Nelayan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menyatakan kesediaannya mencari ikan hingga ke Perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, namun saat ini masih terkendala dengan ketersediaan alat tangkap ikan yang memang diperuntukkan untuk laut dalam.

"Kami sudah melakukan uji coba mencari ikan di Natuna, namun belum membuahkan hasil karena alat tangkap yang dimiliki nelayan asal Rembang belum sesuai untuk laut Natuna yang cukup dalam," kata Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit Suyoto di Rembang, Senin.

Menurut dia laut Natuna yang berpotensi memberikan hasil tangkapan ikan yang cukup bagus di Natuna Utara, sedangkan Natuna Selatan tergolong dangkal dan hasil tangkapan ikannya juga tidak sebanyak di wilayah utara.

Hanya saja untuk bisa menangkap ikan di laut Natuna Utara dibutuhkan alat tangkap yang mampu menjangkau keberadaan ikan yang berada di laut yang lebih dalam.

"Selain alat tangkap yang khusus, juga dibutuhkan kapal dengan gross ton yang lebih besar. Minimal 200 ton, sedangkan kapal nelayan dari Rembang yang berangkat hanya berkisar 130-140 GT," ujarnya.

Untuk pengadaan kapal dengan spesifikasi tersebut, kata dia, nelayan di Kabupaten Rembang sebetulnya mampu, namun terkendala aturan.

Permasalahan lain yang dihadapi saat melaut di Natuna, yakni terkait dengan keberadaan kapal asing yang lebih modern dan kapalnya juga terbuat dari besi, bukan dari kayu seperti halnya kapal nelayan lokal.

"Jika sampai terjadi tabrakan, sudah bisa dipastikan kapal kayu yang akan rusak lebih dahulu," ujarnya.

Terkait tanggapan masyarakat setempat atas kehadiran nelayan dari Pantura Timur, sempat terjadi penolakan. Sebelumnya juga sudah ada penjelasan kepada masyarakat melalui DPRD setempat dan kesiapan bagi nelayan untuk membantu memajukan perekonomian masyarakat setempat.

Ketika nelayan asal Rembang dan sekitarnya diperbolehkan melaut dan hasilnya harus dijual di daerah setempat, nelayan juga meminta difasilitasi penjualannya. Ketika berjalan dipastikan akan memajukan perekonomian masyarakat setempat karena akan ada penyerapan tenaga kerja.

Nelayan di Kabupaten Rembang yang dipastikan siap melaut di Natuna berdasarkan catatan Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit mencapai 400-an kapal dengan ukuran di atas 80 gross ton. Akan tetapi setelah mengetahui kedalaman laut dan dibutuhkan kapal yang lebih besar dan alat tangkap yang harus bisa dioperasikan di laut dalam, maka saat ini belum tersedia kapal yang sesuai kebutuhan.

Bagi nelayan asal Rembang yang berniat melaut ke Pulau Natuna, dibutuhkan waktu antara delapan hingga 10 hari, sehingga mulai berangkat hingga mendapatkan hasil tangkapan serta pulang ke Rembang setidaknya membutuhkan waktu sebulan.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar