Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam Kepulauan Riau Ahmad Dahlan mengaku bangga diundang khusus untuk mengikuti Upacara Kenegaraan memperingati HUT RI di Istana Negara, 17 Agustus 2014.

"Saya mendapat undangan untuk menghadiri detik-detik proklamasi di Istana," kata Wali Kota usai menghadiri perayaan HUT RI Pesta Anak Pantai Tanjungriau di Batam, Sabtu.

Wali Kota mengaku tidak mengetahui alasan dirinya diundang ke Istana, karena selama menjabat kepala daerah belum pernah mendapatkan kesempatan itu.

"Saya tidak tahu mengapa, apa karena ini periode ke dua memimpin Batam, atau karena baru mendapat penghargaan Pramuka," kata Wali Kota.

Di akhir masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wali Kota merasa terharu untuk menghadiri Detik-detik Proklamasi di Istana. Apalagi, Wali Kota mengaku sangat mengagumi Presiden Yudhoyono.

Bagi Ahmad Dahlan, Presiden Yudhoyono merupakan satu-satunya presiden yang turun dengan terhormat setelah menyelesaikan masa jabatannya dengan penuh.

"Saya  melihat SBY luar biasa, dia membuat perencanaan pembangunan baik sekali. Membawa harum nama Indonesia di luar negeri," kata dia.

Pelaksanaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam juga berkat campur tangan Presiden Yudhoyono.

Bila dalam pelaksanaan KPBPB Batam ada beberapa regulasi nasional yang tidak mendukung, Wali Kota mengatakan itu akibat kesalahan para menteri, bukan Presiden Yudhoyono.

"FTZ sebetulnya sudah bagus, kalau pelaksanaannya masih kurang itu karena kementerian, kewenangan yang belum diberikan ke daerah," kata dia.

Misalnya regulasi yang menghentikan impor sayur dan buah, kata Wali Kota kemudian. Sebenarnya peraturan itu untuk melindungi pekebun buah. Namun kebijakan itu tidak sesuai di Batam.

"Batam tidak ada petani. Bagaimana bisa mendapatkan buah," kata dia.

Sementara itu, karena Wali Kota menghadiri upacara 17 Agustus di Jakarta, maka detik-detik proklamasi di Batam akan dipimpin Wakil Wali Kota Rudi dan diselenggarakan seperti biasa. (Antara)

Editor: Rusdianto