Menkominfo Percaya Wartawan Bekerja Profesional
Rabu, 24 Desember 2014 20:22 WIB
Jakarta (Antara Kepri) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara percaya para wartawan akan bekerja secara profesional.
"Kementerian Kominfo sangat jelas memberi perhatian pada industri media," ujarnya dalam silaturahmi tokoh media di Jakarta, Selasa.
Sesuai dengan pernyataan Presiden Joko Widodo, Rudiantara berharap pers tersebut berbuar "boleh tajam namun tidak menyakiti".
Saat menghadiri peringatan HUT ke-77 LKBN Antara (18/12), Presiden Jokowi mengingatkan di era keterbukaan informasi seperti sekarang, media boleh mengkritisi namun tidak melukai.
"Media boleh tajam tapi tetap mendidik bukan tajam yang melukai, menusuk. Peran media sebagai kontrol sosial diperlukan, namun jangan sampai menimbulkan rasa pesimisme di masyarakat," kata Jokowi.
Mengutip pernyataan Presiden itu, Rudiantara menyatakan wartawan boleh tajam, tapi tidak boleh menyakiti. "Kalau menyakiti sama halnya dengan memecahbelah bangsa," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudiantara menjelaskan bahwa pemerintah sangat memerlukan media karena merupakan pilar demokrasi keempat.
"Pemerintah butuh media, untuk mensosialisasikan program-program yang ada. Bagaimana pun, media juga diperlukan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Rudiantara menceritakan pengalamannya, "Saya kalau jadi narasumber tidak pernah minta supaya berita yang bagus-bagus saja. Saya percaya wartawan profesional dan kredibel," terang dia.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah tokoh pers hadir membahas keberadaan pers dalam persoalan bangsa. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Kementerian Kominfo sangat jelas memberi perhatian pada industri media," ujarnya dalam silaturahmi tokoh media di Jakarta, Selasa.
Sesuai dengan pernyataan Presiden Joko Widodo, Rudiantara berharap pers tersebut berbuar "boleh tajam namun tidak menyakiti".
Saat menghadiri peringatan HUT ke-77 LKBN Antara (18/12), Presiden Jokowi mengingatkan di era keterbukaan informasi seperti sekarang, media boleh mengkritisi namun tidak melukai.
"Media boleh tajam tapi tetap mendidik bukan tajam yang melukai, menusuk. Peran media sebagai kontrol sosial diperlukan, namun jangan sampai menimbulkan rasa pesimisme di masyarakat," kata Jokowi.
Mengutip pernyataan Presiden itu, Rudiantara menyatakan wartawan boleh tajam, tapi tidak boleh menyakiti. "Kalau menyakiti sama halnya dengan memecahbelah bangsa," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudiantara menjelaskan bahwa pemerintah sangat memerlukan media karena merupakan pilar demokrasi keempat.
"Pemerintah butuh media, untuk mensosialisasikan program-program yang ada. Bagaimana pun, media juga diperlukan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Rudiantara menceritakan pengalamannya, "Saya kalau jadi narasumber tidak pernah minta supaya berita yang bagus-bagus saja. Saya percaya wartawan profesional dan kredibel," terang dia.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah tokoh pers hadir membahas keberadaan pers dalam persoalan bangsa. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Budi Arie sebut Angga Raka Prabowo akan dilantik sebagai Wakil Menteri Kominfo
19 August 2024 8:31 WIB, 2024
Menkominfo ajak masyarakat tidak terhasut hoaks bentrokan massa di Bitung
26 November 2023 12:07 WIB, 2023
Presiden gelar rapat terbatas mengenai perubahan jadwal Pilkada Serentak 2024
04 October 2023 16:45 WIB, 2023