Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sembako seberat 60 ton diangkut dari Tanjungpinang dengan menggunakan Kapal Kawaranae I untuk memenuhi kebutuhan warga Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
"Kapal itu sampai di Midai beberapa hari lalu. Sembako yang dibawa terdiri dari beras 40 ton, sedangkan gula, tepung dan barang kelontong lainnya 20 ton," kata Camat Midai Suherman yang dihubungi dari Tanjungpinang, Kepri, Rabu.
Dia mengatakan cuaca buruk masih menghambat kapal-kapal yang berlayar ke Natuna. Saat ini, cuaca mendung, gerimis dan angin kencang.
"Gelombang laut cukup tinggi," katanya.
Suherman mengatakan dalam sebulan terakhir warga Midai merasa resah karena tidak ada kapal yang mengangkut sembako dari Tanjungpinang ke Midai. Terputusnya distribusi sembako disebabkan empat kapal perintis tidak beroperasi.
Akibatnya, sebagian warga Midai melakukan aksi borong sembako.
Aksi tersebut menyebabkan sembako menjadi langka, sementara persediaan beras pada saat itu tinggal 2 ton untuk memenuhi 5.000 orang warga Midai.
Kondisi Midai semakin memprihatinkan karena sekitar 2.000 orang dari berbagai daerah datang ke Midai untuk memetik atau membeli cengkih.
"Sekarang masih panen raya cengkih, banyak warga dari berbagai daerah datang ke Midai. Tapi sekarang kami tidak resah karena distribusi sembako sudah lancar," ujarnya.
Pemerintah mengoperasikan KM Bukit Raya untuk mengangkut penumpang dan barang dari Kijang, Bintan menuju Natuna dan Anambas. Dalam setiap pekan kapal itu fokus mengantar penumpang dan barang ke Natuna dan Anambas.
"Kalau dulu kapal itu keliling Kepri, menuju Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
60 Ton Sembako Diangkut ke Midai
Rabu, 4 Februari 2015 17:26 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
KSOP Batam evakuasi 9 awak kapal MV Golden Star 1 yang tenggelam di Selat Malaka
06 June 2026 12:21 WIB
Kemenkum Kepri bidik potensi indikasi geografis karya miniatur kapal di Bintan
14 May 2026 22:04 WIB
Evakuasi terakhir penumpang kapal pesiar terdampak wabah hantavirus dilakukan pada Senin
11 May 2026 12:46 WIB