Beredar Petisi Tolak Pencalonan Muhammad Sani
Rabu, 11 Maret 2015 3:37 WIB
Batam (Antara Kepri) - Di laman-laman media sosial beredar ajakan untuk menandatangani petisi yang berisi penolakan pencalonan Muhammad Sani sebagai gubernur petahana dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kepulauan Riau 2015.
Petisi dibuat di situs change.org oleh seseorang yang menamakan diri Purta Kepri, sejak sepekan lalu, berdasarkan pantauan Antara di Batam Kepulauan Riau, Selasa.
"Melalui petisi ini, rakyat Kepulauan Riau secara bersama meminta kepada bapak Drs. Muhammad Sani untuk mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongannya serta memberikan laluan kepada putera-puteri Kepulauan Riau yang lain untuk maju membangun Kepulauan Riau," bunyi ajakan dalam situs.
Putra Kepri berasalan, usia Muhammad Sani saat ini 73 tahun dan pada tahun 2021 usianya menjadi 78 tahun. "Usia yang sangat tidak lagi efektif untuk memimpin Kepulauan Riau," begitu alasan Putra Dabo.
Menurut dia, Kepri yang terdiri dari 96 persen laut membutuhkan pemimpin berkemampuan fisik prima dan pemikiran prima yang akan melahirkan terobosan-terobosan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Kepri.
Sejak sepekan diluncurkan, baru 24 orang yang menandatangani petisi itu.
"Sebaiknya Pak Sani berikan kepercayaaan kepada yang lebih muda, Pak Sani cukup sebagai penasihat bagi generasi selanjutnya," demikian alasan penandatangan petisi, Said.
Warga Batam, Dedi menolak untuk menandatangani petisi penolakan penyalonan Muhammad Sani.
"Untuk apa pakai petisi, cukup dalam Pilkada saja yang membuktikan, terpilih atau tidak," kata dia.
Sebelumnya, Muhammad Sani yang kini menjabat Gubernur Kepri dalam sebuah pertemuan dengan masyarakat di Batam mengatakan, tidak peduli disebut terlalu tua ikut Pilkada karena penyalonannya itu didasari niat mengabdi kepada masyarakat.
"Saya tidak terganggu dengan rumor itu. Seperti puisi yang saya suka, kalau Anda punya semangat, punya mimpi, Anda berarti belum tua," kata Muhammad Sani.
Ia mengaku sudah berumur 72 tahun, namun masih sehat dan kuat untuk menjalankan tugas-tugas sebagai gubernur. "Saya tahu diri saya sendiri, saya masih bisa," kata dia meyakinkan.
Pria yang saat ini tidak tergabung dalam partai politik itu mengaku masih ingin menjadi gubernur dalam periode selanjutnya karena ingin menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung.
"Sudah sekian lama bekerja, masih banyak yang belum saya bantu. Itu yang jadi pikiran saya, saya ingin bantu semua," kata pria yang pernah menjabat wakil gubernur pada 2005-2010. (Antara)
Editor: Rusdianto
Petisi dibuat di situs change.org oleh seseorang yang menamakan diri Purta Kepri, sejak sepekan lalu, berdasarkan pantauan Antara di Batam Kepulauan Riau, Selasa.
"Melalui petisi ini, rakyat Kepulauan Riau secara bersama meminta kepada bapak Drs. Muhammad Sani untuk mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongannya serta memberikan laluan kepada putera-puteri Kepulauan Riau yang lain untuk maju membangun Kepulauan Riau," bunyi ajakan dalam situs.
Putra Kepri berasalan, usia Muhammad Sani saat ini 73 tahun dan pada tahun 2021 usianya menjadi 78 tahun. "Usia yang sangat tidak lagi efektif untuk memimpin Kepulauan Riau," begitu alasan Putra Dabo.
Menurut dia, Kepri yang terdiri dari 96 persen laut membutuhkan pemimpin berkemampuan fisik prima dan pemikiran prima yang akan melahirkan terobosan-terobosan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Kepri.
Sejak sepekan diluncurkan, baru 24 orang yang menandatangani petisi itu.
"Sebaiknya Pak Sani berikan kepercayaaan kepada yang lebih muda, Pak Sani cukup sebagai penasihat bagi generasi selanjutnya," demikian alasan penandatangan petisi, Said.
Warga Batam, Dedi menolak untuk menandatangani petisi penolakan penyalonan Muhammad Sani.
"Untuk apa pakai petisi, cukup dalam Pilkada saja yang membuktikan, terpilih atau tidak," kata dia.
Sebelumnya, Muhammad Sani yang kini menjabat Gubernur Kepri dalam sebuah pertemuan dengan masyarakat di Batam mengatakan, tidak peduli disebut terlalu tua ikut Pilkada karena penyalonannya itu didasari niat mengabdi kepada masyarakat.
"Saya tidak terganggu dengan rumor itu. Seperti puisi yang saya suka, kalau Anda punya semangat, punya mimpi, Anda berarti belum tua," kata Muhammad Sani.
Ia mengaku sudah berumur 72 tahun, namun masih sehat dan kuat untuk menjalankan tugas-tugas sebagai gubernur. "Saya tahu diri saya sendiri, saya masih bisa," kata dia meyakinkan.
Pria yang saat ini tidak tergabung dalam partai politik itu mengaku masih ingin menjadi gubernur dalam periode selanjutnya karena ingin menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung.
"Sudah sekian lama bekerja, masih banyak yang belum saya bantu. Itu yang jadi pikiran saya, saya ingin bantu semua," kata pria yang pernah menjabat wakil gubernur pada 2005-2010. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
China kecam intervensi militer AS di Venezuela, tolak tindakan "polisi dunia"
05 January 2026 10:04 WIB
Sepanjang 2025, Imigrasi Tanjung Uban tolak delapan permohonan paspor cegah PMI ilegal
25 December 2025 6:26 WIB
Imigrasi Tanjungpinang tolak 247 permohonan paspor hingga periode Oktober 2025
08 November 2025 17:14 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB