Musda Organda Belum Dilaksanakan Padahal Dana Cair
Rabu, 18 Maret 2015 21:27 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Musyawarah Daerah Organisasi Angkutan Darat Provinsi Kepulauan Riau belum dilaksanakan, padahal dana untuk kegiatan itu sudah dicairkan dari pemerintah setempat pada akhir 2014, kata Sekretaris DPD Organda Kepri Syaiful.
"Ini salah satu alasan saya hari ini mengajukan surat pengunduran diri kepada DPP Organda. Saya tidak terlibat dalam penggunaan anggaran tersebut," kata Syaiful di Tanjungpinang, Rabu.
Dia menegaskan tidak pernah menandatangani pencairan anggaran untuk penyelenggaraan Musda Organda Kepri. Bahkan dia juga mengaku tidak pernah menandatangani surat pertanggungjawaban penggunaan anggaran tersebut.
"Saya memang menandatangani proposal tersebut, tetapi tidak terlibat dalam penggunaan anggaran," ujarnya.
Syaiful merasa kesal dengan sikap Ketua DPD Organda Kepri Berry B yang sampai sekarang belum melaksanakan musyawarah daerah. Padahal masa jabatan Berry dan Syaiful berakhir pada November 2014.
"Kami sudah mempersiapkan secara matang teknis pelaksanaan musyawarah daerah, bahkan pemerintah sudah bersedia membantu anggaran," katanya.
Menurut dia, masa jabatan dirinya dan Berry diperpanjang enam bulan. Meski diperpanjang, masa jabatan Berry dan dirinya sudah berakhir.
"Berry juga membuat keputusan organisasi tidak melalui rapat. Saya dan teman-teman pengurus lain selama ini masih menahan diri," katanya.
Akibat berbagai permasalahan itu, lanjutnya muncul mosi tidak percaya dari pengurus DPC Organda kabupaten dan kota di Kepri. Mereka tidak mengakui pengurus Organda Kepri.
"Pada 5 Februari 2015 pengurus DPC Organda kabupaten dan kota menyurati DPP Organda agar DPD Organda Kepri menggelar musyawarah daerah. Saya bisa pahami apa yang dilakukan teman-teman pengurus kabupaten dan kota," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Ini salah satu alasan saya hari ini mengajukan surat pengunduran diri kepada DPP Organda. Saya tidak terlibat dalam penggunaan anggaran tersebut," kata Syaiful di Tanjungpinang, Rabu.
Dia menegaskan tidak pernah menandatangani pencairan anggaran untuk penyelenggaraan Musda Organda Kepri. Bahkan dia juga mengaku tidak pernah menandatangani surat pertanggungjawaban penggunaan anggaran tersebut.
"Saya memang menandatangani proposal tersebut, tetapi tidak terlibat dalam penggunaan anggaran," ujarnya.
Syaiful merasa kesal dengan sikap Ketua DPD Organda Kepri Berry B yang sampai sekarang belum melaksanakan musyawarah daerah. Padahal masa jabatan Berry dan Syaiful berakhir pada November 2014.
"Kami sudah mempersiapkan secara matang teknis pelaksanaan musyawarah daerah, bahkan pemerintah sudah bersedia membantu anggaran," katanya.
Menurut dia, masa jabatan dirinya dan Berry diperpanjang enam bulan. Meski diperpanjang, masa jabatan Berry dan dirinya sudah berakhir.
"Berry juga membuat keputusan organisasi tidak melalui rapat. Saya dan teman-teman pengurus lain selama ini masih menahan diri," katanya.
Akibat berbagai permasalahan itu, lanjutnya muncul mosi tidak percaya dari pengurus DPC Organda kabupaten dan kota di Kepri. Mereka tidak mengakui pengurus Organda Kepri.
"Pada 5 Februari 2015 pengurus DPC Organda kabupaten dan kota menyurati DPP Organda agar DPD Organda Kepri menggelar musyawarah daerah. Saya bisa pahami apa yang dilakukan teman-teman pengurus kabupaten dan kota," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB