Dua Dam Batam Tidak Mampu Suplai Air
Senin, 17 Agustus 2015 3:51 WIB
Batam (Antara Kepri) - Kurangnya intensitas hujan yang mengguyur Batam mengakibatkan Dam Seiharapan dan Nongsa tidak lagi mampu menyuplai kebutuhan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
"Dua dam tersebut sudah mengering dan tidak lagi bisa mengalirkan air untuk kebutuhan masyarakat sejak beberapa waktu lalu," kata Kepala Bidang Pengelolaan Air BP Batam Tutu Witular di Batam.
Ia mengatakan Dam Seiharapan bisanya dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat wilayah Sekupang yang mencakup kawasan industri dan sebagian Batuaji.
Sementara Dam Nongsa untuk mensuplai kebutuhan air bersih Kecamatan Nongsa yang sebagian besar wilayahnya untuk pariwisata dengan berdirinya banyak risort dan lapangan golf.
"Untuk sementara yang Nongsa disuplai dari Dam Duriangkang. Sementara yang Sekupang disuplai dari Dam Seiladi yang masih memiliki cukup cadangan air," kata dia.
Ia mengatakan, meskipun dalam beberapa hari belakangan terjadi hujan hampir seluruh wilayah Pulau Batam namun belum mampu menaikkan debit air pada dam atau waduk yang mulai mengering.
Cadangan air terbesar, kata dia, saat ini berasal dari Dam Duriangkang yang masih memiliki ketinggian 200 centimeter dari level aman.
"Perkiraan kami, setiap hari turun sekitar debit dari penggunaan masyarakat tersebut sekitar satu centimeter. Sehingga masih mampu menyuplai kebutuhan masyarakat Batam," kata Tutu.
Mengenai pernyataan dari manajemen PT Adhya Tirta Batam selaku perusahana yang diberi kewenangan menyalurkan air bersih untuk Batam bahwa mulai kekurangan air, Tutu menyatakan sudah mengajak manajemen perusahaan tersebut meninjau langsung kondisi Dam Duriangkang.
"Mereka sudah kami ajak ke Waduk Duriangkang untuk melihat kondisinya agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat. Kondisi sesungguhnya masih aman," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Dua dam tersebut sudah mengering dan tidak lagi bisa mengalirkan air untuk kebutuhan masyarakat sejak beberapa waktu lalu," kata Kepala Bidang Pengelolaan Air BP Batam Tutu Witular di Batam.
Ia mengatakan Dam Seiharapan bisanya dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat wilayah Sekupang yang mencakup kawasan industri dan sebagian Batuaji.
Sementara Dam Nongsa untuk mensuplai kebutuhan air bersih Kecamatan Nongsa yang sebagian besar wilayahnya untuk pariwisata dengan berdirinya banyak risort dan lapangan golf.
"Untuk sementara yang Nongsa disuplai dari Dam Duriangkang. Sementara yang Sekupang disuplai dari Dam Seiladi yang masih memiliki cukup cadangan air," kata dia.
Ia mengatakan, meskipun dalam beberapa hari belakangan terjadi hujan hampir seluruh wilayah Pulau Batam namun belum mampu menaikkan debit air pada dam atau waduk yang mulai mengering.
Cadangan air terbesar, kata dia, saat ini berasal dari Dam Duriangkang yang masih memiliki ketinggian 200 centimeter dari level aman.
"Perkiraan kami, setiap hari turun sekitar debit dari penggunaan masyarakat tersebut sekitar satu centimeter. Sehingga masih mampu menyuplai kebutuhan masyarakat Batam," kata Tutu.
Mengenai pernyataan dari manajemen PT Adhya Tirta Batam selaku perusahana yang diberi kewenangan menyalurkan air bersih untuk Batam bahwa mulai kekurangan air, Tutu menyatakan sudah mengajak manajemen perusahaan tersebut meninjau langsung kondisi Dam Duriangkang.
"Mereka sudah kami ajak ke Waduk Duriangkang untuk melihat kondisinya agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat. Kondisi sesungguhnya masih aman," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB
Kemenhaj Batam imbau jamaah calon haji ikuti manasik dengan sungguh-sungguh
30 January 2026 14:11 WIB