Ardiansyah Ajari Anak Wisata Benan Bahasa Inggris
Jumat, 9 Oktober 2015 22:30 WIB
Anak-anak Pulau Wisata Benan, Lingga sedang menyimak pelajaran Bahasa Inggris yang diberikan secara gratis oleh Ardiansyah. (antarakepri.com/Ardhi)
Ardiansyah, seorang pemilik usaha cottage dan travel di Pulau Wisata Benan, Kabupaten Lingga mengajarkan Bahasa Inggris praktis secara gratis kepada sejumlah anak-anak di desa wisata tersebut.
"Kita bimbing adek-adek di sini untuk belajar bahasa Inggris praktis. Hemat kita, selama ini warga kesulitan berkomunikasi dengan turis mancanegara dengan menggunakan bahasa Inggris," kata dia yang dihubungi dari Lingga, Kamis.
Menurut Ardiansyah, Desa Wisata Benan perlahan muncul sebagai referensi wisata bahari bagi para turis asing. Sementara, warga Benan yang dituntut untuk sadar wisata, masih pasif berkomunikasi dengan para turis asing yang mengunjungi Benan.
"Melihat kondisi ini, kita sedikit tergerak hati untuk berbuat sesuatu 'lah, yang mungkin berguna bagi masyarakat kita di sini," kata dia.
Dia menjelaskan, bimbingan belajar yang ia diberikan kepada anak-anak yang tanpa di pungut biaya itu, salah satu wujud usahanya untuk membantu misi desa yang memiliki 12 titik Diving tersebut menjadi tujuan wisata internasional. Itupun, ia peruntukkan bagi yang bersedia saja, tanpa diwajibkan atau dipaksakan.
"Kita bimbing mereka yang ingin bisa. Awalnya kita sedikit pesimistis, namun antusias anak-anak ini malah bikin kita semakin semangat," tuturnya.
Sejauh ini, kata dia, baru sekitar 10 orang anak-anak asli Pulau Benan, yang menjadi muridnya. Mereka dari berbagai level pendidikan, mulai SD, SMP, maupun SMA.
"Pola belajar yang kita terapkan sederhana. Kita memberikan bahasa Inggris dasar sampai percakapan (conversation) wisata," terangnya.
Untuk jadwal yang ia terapkan, setiap hari Sabtu sepulang mereka dari sekolahnya, dan hari minggu dimana mereka libur sekolah.
"Kita belajar ini setiap hari Sabtu dan Minggu, setelah mereka pulang dari sekolah," imbuhnya.
Dia berharap, usahanya mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak di Benan tersebut, dapat meningkatkan komunikasi wisata dengan turis asing yang datang ke Benan, sehingga mereka dapat berkomunikasi langsung dan berbagi pengalaman dengan para turis yang mereka jumpai, sekaligus mempromosikan daerah mereka tersebut.
Selain itu, dengan bimbingan bahasa Inggris praktis tersebut, dapat meningkat kesadaran wisata warga Benan, terhadap turis asing, khususnya dalam hal berkomunikasi. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Kita bimbing adek-adek di sini untuk belajar bahasa Inggris praktis. Hemat kita, selama ini warga kesulitan berkomunikasi dengan turis mancanegara dengan menggunakan bahasa Inggris," kata dia yang dihubungi dari Lingga, Kamis.
Menurut Ardiansyah, Desa Wisata Benan perlahan muncul sebagai referensi wisata bahari bagi para turis asing. Sementara, warga Benan yang dituntut untuk sadar wisata, masih pasif berkomunikasi dengan para turis asing yang mengunjungi Benan.
"Melihat kondisi ini, kita sedikit tergerak hati untuk berbuat sesuatu 'lah, yang mungkin berguna bagi masyarakat kita di sini," kata dia.
Dia menjelaskan, bimbingan belajar yang ia diberikan kepada anak-anak yang tanpa di pungut biaya itu, salah satu wujud usahanya untuk membantu misi desa yang memiliki 12 titik Diving tersebut menjadi tujuan wisata internasional. Itupun, ia peruntukkan bagi yang bersedia saja, tanpa diwajibkan atau dipaksakan.
"Kita bimbing mereka yang ingin bisa. Awalnya kita sedikit pesimistis, namun antusias anak-anak ini malah bikin kita semakin semangat," tuturnya.
Sejauh ini, kata dia, baru sekitar 10 orang anak-anak asli Pulau Benan, yang menjadi muridnya. Mereka dari berbagai level pendidikan, mulai SD, SMP, maupun SMA.
"Pola belajar yang kita terapkan sederhana. Kita memberikan bahasa Inggris dasar sampai percakapan (conversation) wisata," terangnya.
Untuk jadwal yang ia terapkan, setiap hari Sabtu sepulang mereka dari sekolahnya, dan hari minggu dimana mereka libur sekolah.
"Kita belajar ini setiap hari Sabtu dan Minggu, setelah mereka pulang dari sekolah," imbuhnya.
Dia berharap, usahanya mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak di Benan tersebut, dapat meningkatkan komunikasi wisata dengan turis asing yang datang ke Benan, sehingga mereka dapat berkomunikasi langsung dan berbagi pengalaman dengan para turis yang mereka jumpai, sekaligus mempromosikan daerah mereka tersebut.
Selain itu, dengan bimbingan bahasa Inggris praktis tersebut, dapat meningkat kesadaran wisata warga Benan, terhadap turis asing, khususnya dalam hal berkomunikasi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Ardhi
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UPTD PPA Batam tangani sebanyak 44 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak
11 March 2026 13:20 WIB
Kasus anak tewas akibat kekerasan, ibu kandung NS ajukan perlindungan ke LPSK
27 February 2026 12:43 WIB
Dirjen AHU sebut anak Dwi Sasetyaningtyas alumni LPDP masih berstatus WNI
26 February 2026 15:52 WIB
Polri evaluasi soal desakan tarik Brimob dari pengamanan sipil usai kasus penganiayaan anak
25 February 2026 14:08 WIB
Menko Yusril tegaskan Brimob penganiaya anak di Maluku Harus diseret ke ranah etik dan pidana
22 February 2026 12:11 WIB
Kasus pencurian rumah kosong, korban akui tak menyangka pelaku adalah pacar sang anak
18 February 2026 16:07 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Vidi Aldiano meninggal, Sheila Dara dikawal keluarga saat pemakaman di TPU Tanah Kusir
08 March 2026 12:09 WIB
Vidi Aldiano meninggal, Ardi Bakrie, Tantri Kotak hingga Sule melayat ke rumah duka
08 March 2026 6:44 WIB
Suzuki luncurkan Mobil listrik pertama di Indonesia, harga mulai Rp750 jutaan
05 February 2026 13:31 WIB
Dampak syuting Lisa Blackpink di Kota Tua Jakarta, UMKM terima kompensasi
02 February 2026 13:12 WIB