DKP Lingga Gelar Bimtek Konservasi Perairan
Selasa, 20 Oktober 2015 23:08 WIB
Kepala DKP Lingga Abang Muzny saat membuka Bimtek Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan ProgramCoremap Fase III. (antarakepri.com/Ardhi)
Lingga (Antara Kepri) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lingga menggelar bimbingan teknis pengelolaan kawasan konservasi perairan kepada puluhan pengelola perairan setempat.
Bimtek bertajuk Program Coremap CTS fase III 2015 itu, diselenggarakan DKP dengan menggandeng Lembaga Konservasi Internasional Indonesia.
"Tujuan kegiatan untuk dapat mendorong pencapaian target nasional kawasan konservasi perairan seluas 20 juta Ha, pada tahun 2020," kata Abang Muzny Kepala DKP Kabupaten Lingga di sela kegiatan di Hotel Lingga Pesona, Senin (19/10) malam.
Abang Muzny menjelaskan, saat ini luas kawasan konservasi berdasarkan SK Bupati Lingga yang akan ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, seluas 382 ribu Ha.
"Kawasan konservasi ini kita beri nama Datok Bandar, ada 7 lokasi 'site project' Coremap CTI di sana. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi sumberdaya yang dapat dimanfaatkan masyarakat yang mampu mengolahnya," kata dia.
Tujuh titik kawasan konservasi perairan di Kabupaten Lingga itu meliputi, Desa Benan, Desa Batu Belubang, Desa Tajur Biru, Desa Mamut, Desa Penaah, Desa Sekanah dan Desa Limbung.
Para nelayan di tujuh wilayah perairan tersebut, dikatakan Muzny, cukup memahami pentingnya konservasi terumbu karang di kawasan perairan mereka.
"Awalnya, di tujuh titik ini cukup rawan pengrusakan lingkungan bawah laut," kata dia.
Namun, setelah adanya sosialisasi Program Coremap pada Fase II lalu, yang difokuskan pada penyadaran terhadap kelestarian lingkungan, telah berhasil mengurangi aksi pengrusakan lingkungan perairan oleh para nelayan, seperti pemboman ikan, trawl, dan sebagainya.
Sementara, untuk Program Coremap CTI Fase III kali ini, yang ditargetkan berjalan selama lima tahun ke depan, difokuskan untuk penguatan kelembagaan dan pengelolaan kawasan pesisir serta pulau kecil.
"Kita harapkan pemerintah daerah mendukung Program Coremap fase III ini, untuk lima tahun ke depan. Karena tanpa itu, sulit bagi KKP untuk mewujudkan target yang diinginkan," tuturnya.
Selain itu, dijelaskan Muzny, sosialisasi Program Coremap tersebut bukan hanya kepentingan pemerintah, atau segelintir kelompok, tetapi untuk kepentingan generasi mendatang.
"Bukan pula untuk pemerintah, tapi untuk anak cucu kita," paparnya.
Untuk itu, diharapkan bimtek coremap tersebut mampu mengarahkan peserta memahami apa yang harus mereka lakukan dalam mengelola kawasan konservasi di wilayah mereka. (Antara)
Editor: Rusdianto
Bimtek bertajuk Program Coremap CTS fase III 2015 itu, diselenggarakan DKP dengan menggandeng Lembaga Konservasi Internasional Indonesia.
"Tujuan kegiatan untuk dapat mendorong pencapaian target nasional kawasan konservasi perairan seluas 20 juta Ha, pada tahun 2020," kata Abang Muzny Kepala DKP Kabupaten Lingga di sela kegiatan di Hotel Lingga Pesona, Senin (19/10) malam.
Abang Muzny menjelaskan, saat ini luas kawasan konservasi berdasarkan SK Bupati Lingga yang akan ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, seluas 382 ribu Ha.
"Kawasan konservasi ini kita beri nama Datok Bandar, ada 7 lokasi 'site project' Coremap CTI di sana. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi sumberdaya yang dapat dimanfaatkan masyarakat yang mampu mengolahnya," kata dia.
Tujuh titik kawasan konservasi perairan di Kabupaten Lingga itu meliputi, Desa Benan, Desa Batu Belubang, Desa Tajur Biru, Desa Mamut, Desa Penaah, Desa Sekanah dan Desa Limbung.
Para nelayan di tujuh wilayah perairan tersebut, dikatakan Muzny, cukup memahami pentingnya konservasi terumbu karang di kawasan perairan mereka.
"Awalnya, di tujuh titik ini cukup rawan pengrusakan lingkungan bawah laut," kata dia.
Namun, setelah adanya sosialisasi Program Coremap pada Fase II lalu, yang difokuskan pada penyadaran terhadap kelestarian lingkungan, telah berhasil mengurangi aksi pengrusakan lingkungan perairan oleh para nelayan, seperti pemboman ikan, trawl, dan sebagainya.
Sementara, untuk Program Coremap CTI Fase III kali ini, yang ditargetkan berjalan selama lima tahun ke depan, difokuskan untuk penguatan kelembagaan dan pengelolaan kawasan pesisir serta pulau kecil.
"Kita harapkan pemerintah daerah mendukung Program Coremap fase III ini, untuk lima tahun ke depan. Karena tanpa itu, sulit bagi KKP untuk mewujudkan target yang diinginkan," tuturnya.
Selain itu, dijelaskan Muzny, sosialisasi Program Coremap tersebut bukan hanya kepentingan pemerintah, atau segelintir kelompok, tetapi untuk kepentingan generasi mendatang.
"Bukan pula untuk pemerintah, tapi untuk anak cucu kita," paparnya.
Untuk itu, diharapkan bimtek coremap tersebut mampu mengarahkan peserta memahami apa yang harus mereka lakukan dalam mengelola kawasan konservasi di wilayah mereka. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Ardhi
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
OJK Kepri manfaatkan perpustakaan untuk tingkatkan literasi keuangan bagi masyarakat
25 April 2026 10:45 WIB
Enam desa di Kepri jadi sasaran proyek penguatan ekonomi biru berbasis alam
11 February 2026 6:18 WIB
Kuliner khas Kepri catat rekor MURI, DKP dorong konsumsi ikan-ekonomi daerah
24 October 2025 17:38 WIB