Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dinas Perindustrian Perdagangan Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal (Disperindag Ekraf dan PM) Kota Tanjungpinang mengaku kesulitan mengawasi dan membina para eksportir dan importir sebab belum memiliki data pengusaha di dua bidang tersebut.
"Sementara di BPS, ada data ekspor dan impor di Kota Tanjungpinang ini, tapi sampai saat ini kami tak tahu pelaku usaha yang melakukan aktivitas ekspor maupun impor tersebut," kata Kabid Perdagangan, Teguh Susanto, Sabtu.
Perihal tersebut menimbulkan pertanyaan baru tentang pelaku ekspor dan impor yang ada di Tanjungpinang. Karena, data BPS menunjukkan nilai kedua aktivitas itu eksis serta mengatasnamakan Tanjungpinang.
Menurut Teguh, Disperindag Ekraf dan PM Kota Tanjungpinang bukan sekali mendatangi KPPBC Tanjungpinang, sebagai instansi yang berwenang terhadap kegiatan ekspor dan impor tersebut. Namun, perihal data pelaku usaha kegiatan yang dimaksud justru tidak didapatkan dari pihak terkait.
"Dari mulai secara lisan, sampai tulisan, sudah kami ajukan ke Bea dan Cukai Tanjungpinang. Namun kami diarahkan untuk mendapat izin lebih dulu dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di pusat, barulah Bea dan Cukai Tanjungpinang bisa memberikan data," paparnya.
Akan tetapi, meski sudah mengikuti arahan tersebut, sampai saat ini Disperindag Ekraf dan PM Kota Tanjungpinang belum mendapatkan jawaban dari DJBC di pusat.
Seingat Teguh, surat terakhir yang dikirim ke DJBC sekitar Oktober 2015. Padahal sebelumnya, permintaan ke KPPBC Tanjungpinang sudah diajukan sejak 2013-2014, namun jawaban yang ditunggu Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri di Disperindag Ekraf dan PM Kota Tanjungpinang saat itu, tidak tampak.
Padahal, Disperindag Ekraf dan PM Kota Tanjungpinang hanya ingin menjalankan fungsi pengawasan serta pembinaan terhadap pelaku usaha. Karena dengan tupoksi yang dimiliki, tentu dapat lebih memperkuat pelaku usaha di sektor tersebut.
Meskipun, retribusi dari ekspor impor itu sendiri tidak pernah masuk ke Tanjungpinang. (Antara)
Editor: Rusdianto
Disperindag Tanjungpinang Kesulitan Awasi Eksportir Importir
Sabtu, 7 November 2015 7:08 WIB
Pewarta : Saud MC
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Garuda siapkan maskapai Citilink layani penerbangan di Bandara Tanjungpinang
29 January 2026 12:00 WIB
Pelindo Tanjungpinang layani 221.466 penumpang selama Natal dan Tahun baru
24 January 2026 18:19 WIB
Maskapai Garuda dikabarkan berhenti beroperasi di Bandara RHF Tanjungpinang
24 January 2026 5:01 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
HPE tembaga dan emas Februari meningkat akibat permintaan global meningkat
30 January 2026 16:47 WIB
Ketua OJK nyatakan Plt Dirut BEI akan dipilih dari jajaran direksi yang menjabat
30 January 2026 15:15 WIB