Limbah Minyak Ancam Pariwisata Bintan
Selasa, 13 Desember 2016 21:12 WIB
Bintan (Antara Kepri) - Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Raja Muhammad Akib Rachim menyatakan limbah minyak (Oil spill) yang mencemari pesisir utara Bintan Kepulauan Riau mengancam sektor pariwisata.
"Limbah minyak ini jelas mengancam sektor pariwisata yang menjadi sektor unggulan Kabupaten Bintan," kata Raja Muhammad Akib Rachim, Selasa.
Menurut dia, limbah minyak yang berasal dari laut internasional tersebut adalah kendala yang dihadapi Kabupaten Bintan setiap tahun.
"Setiap musim utara, limbah ini mencemari pantai utara dan timur Bintan," tuturnya.
Akib mengatakan tiap tahun pula koordinasi dengan kementerian dilakukan terkait pencemaran itu. Namun sampai saat ini Bintan masih menunggu hasil dari koordinasi tersebut.
"Setiap tiap tahun kami koordinasi, tapi pencemaran di pantai Bintan tetap masih seperti ini," tegas Akib.
Plt Sekda Bintan itu mengakui bahwa Kabupaten Bintan tidak bisa berbuat banyak terhadap permasalahan oil spill dari laut internasional yang acap kali mencemari pantai Bintan. Karena masalah tersebut adalah ranah pembicaraan antar negara.
"Pencemaran ini berdampak bagi pantai yang dikelola oleh masyarakat, karena dapat mengganggu kenyamanan wisatawan, contohnya di Pantai Trikora," ujarnya.
Sementara untuk pantai yang dikelola swasta seperti di Lagoi, sudah memiliki tim untuk membersihkan tumpahan minyak tersebut.(Antara)
Editor: Dedi
"Limbah minyak ini jelas mengancam sektor pariwisata yang menjadi sektor unggulan Kabupaten Bintan," kata Raja Muhammad Akib Rachim, Selasa.
Menurut dia, limbah minyak yang berasal dari laut internasional tersebut adalah kendala yang dihadapi Kabupaten Bintan setiap tahun.
"Setiap musim utara, limbah ini mencemari pantai utara dan timur Bintan," tuturnya.
Akib mengatakan tiap tahun pula koordinasi dengan kementerian dilakukan terkait pencemaran itu. Namun sampai saat ini Bintan masih menunggu hasil dari koordinasi tersebut.
"Setiap tiap tahun kami koordinasi, tapi pencemaran di pantai Bintan tetap masih seperti ini," tegas Akib.
Plt Sekda Bintan itu mengakui bahwa Kabupaten Bintan tidak bisa berbuat banyak terhadap permasalahan oil spill dari laut internasional yang acap kali mencemari pantai Bintan. Karena masalah tersebut adalah ranah pembicaraan antar negara.
"Pencemaran ini berdampak bagi pantai yang dikelola oleh masyarakat, karena dapat mengganggu kenyamanan wisatawan, contohnya di Pantai Trikora," ujarnya.
Sementara untuk pantai yang dikelola swasta seperti di Lagoi, sudah memiliki tim untuk membersihkan tumpahan minyak tersebut.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Saud Mc Kashmir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB
AS izinkan transaksi pengeboran, ekspor, hingga jual beli minyak Venezuela
30 January 2026 12:23 WIB
Pemkab Natuna meminta tambahan kuota BBM subsidi biosolar 6.901 kl pada 2026
23 January 2026 6:22 WIB
Terpopuler - Kesra
Satgas Pangan Natuna sidak pasar, pantau harga pangan jelang Imlek dan Ramadhan
14 February 2026 15:04 WIB
Lihat Juga
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB