Batam (Antara Kepri) - Warga dua kelurahan yang terletak di pulau penyangga, yaitu Sekanak Raya dan Tanjung Sari Kecamatan Belakangpadang akan menikmati air hasil penyulingan mesin pengolaan air laut menjadi air minum (sea water reverse osmosis/SWRO) pada tahun 2017.
"Tahun ini akan dipasang sambungan baru SWRO untuk warga Kelurahan Sekanak Raya dan Tanjung Sari," kata Sekretaris Camat Belakangpadang, Wagiman di Batam, Kamis.
Pemerintah menambah sambungan air SWRO masing-masing 300 rumah di Kelurahan Sekanak Raya dan 200 rumah di Kelurahan Tanjung Sari.
Pada 2016, pemerintah pusat sudah menyambung 200 jaringan SWRO di Kelurahan Sekanak Raya. Pemkot Batam juga menyambung 50 jaringan SWRO di kelurahan.
Panyaluran air SWRO sendiri hingga kini masih terkendala masalah teknis, meski sejatinya ditargetkan awal 2017, air sudah mengalir langsung ke rumah-rumah warga.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar menyatakan secara fisik, bangunan SWRO telah selesai, termasuk waduk yang akan menampung air hasil pengolahan. Namun, masih ada bagian mesin yang disempurnakan, sehingga pengoperasiannya berlarut.
Ia mengatakan tahun ini Pemkot menganggarkan Rp1 miliar untuk menambah jaringan air bersih SWRO ke rumah-rumah warga di Pulau Belakangpadang.
Jaringan berupa pipa air bersih akan disambungkan hingga ke rumah warga agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air.
Suhar mengatakan pemerintah tidak akan meminta tambahan dana dari warga untuk pemasangan sambungan air baru itu, karena semuanya sudah ditanggung.
"Tidak dikenakan biaya, biaya sambungan sepenuhnya dari kami," kata Suhar.
Masyarakat hanya membayar biaya pemakaian air yang digunakan, sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Air bersih menjadi isyu penting bagi warga pulau penyangga, karena sulitnya sumber air di pulau-pulau.
Saat ini, sebagian warga Pulau Belakangpadang masih mengandalkan air yang bersumber dari waduk tadah hujan yang dibangun oleh pemerintah Belanda.
Sedangkan sebagian warga lain menampung air tadah hujan sendiri dan atau membeli air melalui jeriken dari pulau utama, Pulau Batam.
Pada musim kemarau, debit air baku menurun secara drastis, hingga distribusi diatur dengan pola sehari hidup dan tiga hari mati. (Antara)
Editor: Rusdianto
Dua Kelurahan Pulau Penyangga Nikmati Air SWRO
Kamis, 16 Maret 2017 20:04 WIB
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kanwil Kemenkum Kepri ikuti peluncuran 80.081 koperasi desa/kelurahan merah putih oleh Presiden RI
21 July 2025 17:36 WIB
Diskan Natuna sebut program kampung nelayan merah putih bantu daerah bangun desa
18 June 2025 13:01 WIB
Pemprov Kepri biayai penerbitan 268 akta pendirian Kopdes Merah Putih di Natuna
28 May 2025 15:09 WIB