KPU Tanjungpinang Akan Bagikan Kaos Sadar Pemilu
Jumat, 27 Oktober 2017 20:10 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, akan membagikan 500 helai kaos bertuliskan "Sadar Pemilu" untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah serentak 2018 dan Pemilihan Umum 2019.
Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan kaos pemilu diberikan kepada calon pemilih yang akan digunakan saat jalan santai di Lapangan Pamedan pada Minggu (29/10) pukul 06.00 WIB.
"Kami akan menyelenggarakan jalan santai, lusa pagi. Peserta adalah calon pemilih, yang berjalan kaki mengelilingi Jalan Basuki Rahmad, kemudian kembali lagi ke Lapangan Pamedan," katanya.
Menurut dia, cara ini efektif untuk meningkatkan partisipasi pemilu. Kaos berwarna hitam yang dipakai oleh peserta tidak hanya pada saat jalan santai, melainkan pada hari berikutnya sehingga diharapkan dapat mendorong warga yang membacanya untuk menggunakan hak suara pada 27 Juni 2018.
"Tidak mungkin kaos bagus itu hanya sekali dipakai, pasti digunakan lagi. Tulisan pada baju diharapkan merangsang warga untuk menggunakan hak pilih," ujarnya.
Robby mengatakan warga harus mengikuti pesta demokrasi ini secara maksimal. Warga harus memahami pentingnya proses pergantian kepemimpinan dalam lima tahun sekali melalui pilkada sehingga memprioritaskan suara yang dimiliki digunakan pada hari pemungutan suara.
"Satu suara yang dimiliki setiap warga yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih, dan dilindungi konstitusi, sangat penting untuk masa depan Tanjungpinang selama lima tahun mendatang sehingga harus digunakan," katanya.
Ia mengatakan KPU Tanjungpinang akan terus menyosialisasikan pilkada kepada masyarakat. Masyarakat yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih harus memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih.
Jika belum terdaftar sebagai calon pemilih, warga harus secepatnya menyampaikannya kepada petugas. Warga juga sebaiknya melaporkan dirinya jika pindah rumah atau pindah daerah kepada Ketua RT setempat agar administrasi data pemilih tidak terganggu.
KPU Tanjungpinang akan memperketat proses pendataan pemilih sehingga tidak ditemukan lagi pemilih ganda, orang yang sudah meninggal tetapi masih terdaftar sebagai pemilih dan hal lainnya yang dapat menimbulkan permasalahan.
"Kami akan merespons setiap keluhan warga sehingga dapat memastikan mereka terdaftar sebagai pemilih," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan kaos pemilu diberikan kepada calon pemilih yang akan digunakan saat jalan santai di Lapangan Pamedan pada Minggu (29/10) pukul 06.00 WIB.
"Kami akan menyelenggarakan jalan santai, lusa pagi. Peserta adalah calon pemilih, yang berjalan kaki mengelilingi Jalan Basuki Rahmad, kemudian kembali lagi ke Lapangan Pamedan," katanya.
Menurut dia, cara ini efektif untuk meningkatkan partisipasi pemilu. Kaos berwarna hitam yang dipakai oleh peserta tidak hanya pada saat jalan santai, melainkan pada hari berikutnya sehingga diharapkan dapat mendorong warga yang membacanya untuk menggunakan hak suara pada 27 Juni 2018.
"Tidak mungkin kaos bagus itu hanya sekali dipakai, pasti digunakan lagi. Tulisan pada baju diharapkan merangsang warga untuk menggunakan hak pilih," ujarnya.
Robby mengatakan warga harus mengikuti pesta demokrasi ini secara maksimal. Warga harus memahami pentingnya proses pergantian kepemimpinan dalam lima tahun sekali melalui pilkada sehingga memprioritaskan suara yang dimiliki digunakan pada hari pemungutan suara.
"Satu suara yang dimiliki setiap warga yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih, dan dilindungi konstitusi, sangat penting untuk masa depan Tanjungpinang selama lima tahun mendatang sehingga harus digunakan," katanya.
Ia mengatakan KPU Tanjungpinang akan terus menyosialisasikan pilkada kepada masyarakat. Masyarakat yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih harus memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih.
Jika belum terdaftar sebagai calon pemilih, warga harus secepatnya menyampaikannya kepada petugas. Warga juga sebaiknya melaporkan dirinya jika pindah rumah atau pindah daerah kepada Ketua RT setempat agar administrasi data pemilih tidak terganggu.
KPU Tanjungpinang akan memperketat proses pendataan pemilih sehingga tidak ditemukan lagi pemilih ganda, orang yang sudah meninggal tetapi masih terdaftar sebagai pemilih dan hal lainnya yang dapat menimbulkan permasalahan.
"Kami akan merespons setiap keluhan warga sehingga dapat memastikan mereka terdaftar sebagai pemilih," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Niko Panama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS Kesehatan Tanjungpinang sebut sebanyak 11 ribu peserta PBI dinonaktifkan
11 February 2026 17:10 WIB
BNNP Kepri gagalkan peredaran 4,9 Kg sabu di Bandara Raja Haji Fisabilillah
07 February 2026 10:20 WIB
Kejari Tanjungpinang terima uang pengganti perkara korupsi LPP TVRI Rp3,5 miliar
05 February 2026 5:10 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB