Pembangunan TWA Mukakuning perlu anggaran Rp6 miliar
Rabu, 5 September 2018 13:19 WIB
Seksi konservasi Wilayah II Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau memperkirakan diperlukan dana Rp6 miliar untuk membangun sarana dan prasarana pendukung di Taman Wisata Alam (TWA) Mukakuning yang memiliki luas sekitar 10 hektare. (Antaranews Kepri/Messa Haris)
Batam (Antaranews Kepri) - Seksi konservasi Wilayah II Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau memerlukan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk membangun Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning sehingga nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Kota Batam, Decky Hendra Prasetya, di Batam, Selasa, mengatakan TWA Muka Kuning memiliki luas kurang lebih 10 hektare.
"Di sini nanti kita akan membuat 'camping ground', pendidikan konservasi, outbound dan lain-lain serta dapat menjadi objek wisata baru bagi masyarakat," ujar Decky.
Kata Decky, pihaknya belum dapat memastikan memmerlukan waktu berapa lama untuk pembangunan sarana dan prasana.
Hanya saja lanjut Decky, apabila nantinya sudah ada sarana dan prasana minimal kawasan TWA sudah bisa dibuka untuk masyarakat.
"Yang pasti sarana dan prasarana minimal yang harus ada yaitu listrik, air bersih dan alat keselamatan dasar sudah ada tahun depan sudah bisa 'running'," papar Decky.
Saat ini kata Decky, di kawasan TWA Muka Kuning sudah memiliki sekretariat bersama dan dapat digunakan setiap organisasi yang ingin terlibat dalam setiap kegiatan lingkungan.
"Di sini juga sudah ada pos keamanan yang dapat digunakan sebagai sarana untuk tempat ibadah dan kantor," kata Decky.
Tahun ini kata Decky, pihaknya sedang mempersiapkan areal outboun serta konservasi tanaman jenis kantong semar.
"Karena kantong semar tanaman yang dilindungi dan di sini (Batam) memang merupakan habitatnya," jelas Decky.
Pihaknya saat ini sedang mengupayakan untuk membangun gedung yang nantinya akan digunakan sebagai pusat edukasi konservasi.
Menurut Decky, selain Muka Kuning, kawasan lain yang masuk dalam area TWA di Batam adalah Kampung Tembesi dan taman buru di Rempang.
"Tapi pulau buru belum kita sentuh sampai saat ini," papar Decky.
Selain di Kota Batam, Kementerian Kehutanan kata Decky sedang melakukan survei di Kota Tanjungpinang.
"Tapi kita belum tahu apakah yang di Tanjungpinang nanti akan dijadikan taman wisata alam, nasional atau cagar alam," ujar Decky.
Di Tanjungpinang kata Decky ada beberapa area yang telah ditunjuk dan akan dijadikan kawasan konservasi.(Antara)
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Kota Batam, Decky Hendra Prasetya, di Batam, Selasa, mengatakan TWA Muka Kuning memiliki luas kurang lebih 10 hektare.
"Di sini nanti kita akan membuat 'camping ground', pendidikan konservasi, outbound dan lain-lain serta dapat menjadi objek wisata baru bagi masyarakat," ujar Decky.
Kata Decky, pihaknya belum dapat memastikan memmerlukan waktu berapa lama untuk pembangunan sarana dan prasana.
Hanya saja lanjut Decky, apabila nantinya sudah ada sarana dan prasana minimal kawasan TWA sudah bisa dibuka untuk masyarakat.
"Yang pasti sarana dan prasarana minimal yang harus ada yaitu listrik, air bersih dan alat keselamatan dasar sudah ada tahun depan sudah bisa 'running'," papar Decky.
Saat ini kata Decky, di kawasan TWA Muka Kuning sudah memiliki sekretariat bersama dan dapat digunakan setiap organisasi yang ingin terlibat dalam setiap kegiatan lingkungan.
"Di sini juga sudah ada pos keamanan yang dapat digunakan sebagai sarana untuk tempat ibadah dan kantor," kata Decky.
Tahun ini kata Decky, pihaknya sedang mempersiapkan areal outboun serta konservasi tanaman jenis kantong semar.
"Karena kantong semar tanaman yang dilindungi dan di sini (Batam) memang merupakan habitatnya," jelas Decky.
Pihaknya saat ini sedang mengupayakan untuk membangun gedung yang nantinya akan digunakan sebagai pusat edukasi konservasi.
Menurut Decky, selain Muka Kuning, kawasan lain yang masuk dalam area TWA di Batam adalah Kampung Tembesi dan taman buru di Rempang.
"Tapi pulau buru belum kita sentuh sampai saat ini," papar Decky.
Selain di Kota Batam, Kementerian Kehutanan kata Decky sedang melakukan survei di Kota Tanjungpinang.
"Tapi kita belum tahu apakah yang di Tanjungpinang nanti akan dijadikan taman wisata alam, nasional atau cagar alam," ujar Decky.
Di Tanjungpinang kata Decky ada beberapa area yang telah ditunjuk dan akan dijadikan kawasan konservasi.(Antara)
Pewarta : Messa Haris
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mendagri tekankan keselamatan mudik di Kepri: Cek Kapal dan awasi objek wisata
10 March 2026 7:40 WIB
Mangrove Bintan mulai dilirik jadi kawasan budidaya dan wisata berkelanjutan
10 February 2026 15:54 WIB
Wamen UMKM tinjau potensi pengembangan kawasan belanja pedestrian di Batam
09 January 2026 14:05 WIB
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Sering ngantuk saat puasa? Ahli Gizi: Jangan andalkan kopi saat sahur, ini risikonya
24 February 2026 17:36 WIB
Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam
04 January 2026 7:26 WIB