Bintan (Antaranews Kepri) - Pertamina (Persero) menetapkan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau sebagai penyalur utama Biodiesel 20 persen (B20).

Direktur Logisitk Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo, di Bintan, Senin, mengatakan, TBBM Tanjunguban menjadi TBBM utama yang akan menerima Fatty Acid Methyl Eter (FAME), dan menyalurkan B20 ke TBBM di sekitarnya.

TBBM Tanjunguban sebagai Terminal Utama diestimasikan menyerap sekitar 8.700 kilo liter FAME per bulan.

"FAME yang `diblending` dengan solar menjadi B20, selanjutnya didistribusikan ke sejumlah TBBM sekitarnya antara lain TBBM Kijang, Kabil-Batam dan Natuna," ujarnya.

Gandhi mengemukakan, sejak berjalannya mandatori B20, TBBM Tanjung Uban sudah menerima FAME dan menyalurkan B20 subsidi ke TBBM sekitarnya untuk selanjutnya didistribusi ke SPBU, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker, dan ASDP di wilayah Sumatra Utara, sebagian Kalimantan, serta Sulawesi Selatan.

Sementara B20 non-PSO diserap beberapa perusahaan sektor industri, pertambagan serta resort.

"Dibangun di atas area seluas 247 hektare, terminal BBM Tanjunguban saat ini memiliki tangki timbun dengan kapasitas sekitar 200.000 KL, dilengkapi dengan fasilitas blending, sehingga dapat melakukan pencampuran FAME dan Solar menjadi B20," ujarnya.

Selain Solar B20, lanjutnya, TBBM Tanjunguban juga menyalurkan bahan bakar jenis premium, kerosine, dan pertamax plus yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan BBM di Sumatra bagian utara, Sumatera bagian selatan, dan Kalimantan Barat.

Tanjunguban memiliki peran yang sangat strategis untuk menyediakan energi, khususnya BBM bagi masyarakat di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Kepri dan sekitarnya, katanya.