Lowongan Dirut PT Pembangunan Kepri sepi peminat
Selasa, 27 November 2018 20:27 WIB
Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Kepri, Herry Andrianto. (Antaranews Kepri/Ogen)
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Lowongan Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kepri, PT Pembangunan Kepri, hingga minggu ketiga November 2018 masih sepi peminat.
Menurut Kepala Biro Ekonomi Provinsi Kepri, Herry Andrianto, sejak lowongan itu dibuka pada pertengahan November kemarin, belum satupun berkas pelamar yang masuk.
"Oleh karena itu kami berinisiatif memperpanjang waktu pendaftaran sampai akhir November mendatang," ujarnya, Selasa (27/11).
Menurut Herry, jika dalam kurun yang sudah ditentukan juga tidak ada pelamar, maka dapat dipastikan posisi Direksi PT Pembangunan Kepri akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt) menjelang 2019 mendatang.
"Artinya penerimaan Dirut PT Pembangunan Kepri kita undur pelaksanaannya tahun depan," imbuhnya.
Ia pun mengakui, sepinya peminat untuk mengisi posisi direksi PT Pembangunan Kepri dipicu oleh kondisi BUMD tersebut saat ini sangat memprihatinkan akibat dililit utang dengan kisaran miliaran rupiah.
"Karena permasalahan itu harus diselesaikan oleh dirut terpilih saat menjabat satu tahun pertama. Mungkin ini salah satu penyebab mereka enggan mendaftar," tambahnya.
Herry memaparkan, sejauh ini keberadaan PT Pembangunan Kepri memang belum berkontribusi terhadap peningkatan pendapat asli daerah Provinsi Kepri.
Pemasukan yang selama ini hanya berasal dari dua sektor, yakni, saham BPR Batam dan penjualan avtur di Bandara Raja Haji Fisabilillah. Sebutnya, hanya cukup untuk kebutuhan operasional kantor dan gaji direksi serta karyawan.
"Untuk bayar utang saja mereka belum sanggup, apalagi menghasilkan PAD," tutupnya.
Menurut Kepala Biro Ekonomi Provinsi Kepri, Herry Andrianto, sejak lowongan itu dibuka pada pertengahan November kemarin, belum satupun berkas pelamar yang masuk.
"Oleh karena itu kami berinisiatif memperpanjang waktu pendaftaran sampai akhir November mendatang," ujarnya, Selasa (27/11).
Menurut Herry, jika dalam kurun yang sudah ditentukan juga tidak ada pelamar, maka dapat dipastikan posisi Direksi PT Pembangunan Kepri akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt) menjelang 2019 mendatang.
"Artinya penerimaan Dirut PT Pembangunan Kepri kita undur pelaksanaannya tahun depan," imbuhnya.
Ia pun mengakui, sepinya peminat untuk mengisi posisi direksi PT Pembangunan Kepri dipicu oleh kondisi BUMD tersebut saat ini sangat memprihatinkan akibat dililit utang dengan kisaran miliaran rupiah.
"Karena permasalahan itu harus diselesaikan oleh dirut terpilih saat menjabat satu tahun pertama. Mungkin ini salah satu penyebab mereka enggan mendaftar," tambahnya.
Herry memaparkan, sejauh ini keberadaan PT Pembangunan Kepri memang belum berkontribusi terhadap peningkatan pendapat asli daerah Provinsi Kepri.
Pemasukan yang selama ini hanya berasal dari dua sektor, yakni, saham BPR Batam dan penjualan avtur di Bandara Raja Haji Fisabilillah. Sebutnya, hanya cukup untuk kebutuhan operasional kantor dan gaji direksi serta karyawan.
"Untuk bayar utang saja mereka belum sanggup, apalagi menghasilkan PAD," tutupnya.
Pewarta : Ogen
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua OJK nyatakan Plt Dirut BEI akan dipilih dari jajaran direksi yang menjabat
30 January 2026 15:15 WIB
Antisipasi lonjakan penumpang Nataru, Pelni Batam diperkuat dengan KM Nggapulu
19 December 2025 8:19 WIB
Dirut Terra Drone ditetapkan sebagai tersangka kebakaran ruko tewaskan 22 orang
12 December 2025 8:30 WIB
Dirut LKBN ANTARA hadiri dialog terbatas dengan Presiden Vladimir Putin di Rusia
19 June 2025 6:11 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pertumbuhan ekonomi Batam 2025 tembus 6,76% tanpa migas, tertinggi di Kepulauan Riau
10 March 2026 18:02 WIB
Wamendag Dyah Roro Esti: Produk fashion Lobam Bintan potensial tembus pasar ekspor
10 March 2026 15:24 WIB