Merajut kebhinekaan usai Pemilu
Sabtu, 4 Mei 2019 16:17 WIB
Foto bersama tokoh lintas agama se-Kepulauan Riau. (ANTARA/Pradanna Putra Tampi)
Batam (ANTARA) - Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Provinsi Kepri ingin merajut kebhinekaan negeri usai Pemilu, sebab perbedaan adalah salah satu keberagaman yang ada di NKRI.
"Pesta demokrasi sudah usai dan harus diakhiri dengan sukaria, kalau diakhiri dengan keributan itu namanya musibah," kata Pembina Pelita Kepri, Soeryo Respationo saat membuka silaturahmi tokoh lintas agama se Kepulauan Riau di Batam, Sabtu.
Soeryo menilai pelaksanaan Pemilu 2019 di wilayah setempat berlangsung dengan lancar tanpa adanya kecurangan.
Menurutnya, Pemilu 2019 telah berjalan aman dan lancar dan semua prosesnya dikawal secara baik dari pihak penyelenggara, baik dari aparat keamanan TNI-Polri hingga berbagai unsur masyarakat terkait di dalamnya.
"Perbedaan jangan dijadikan perpecahan. Apalagi sampai ada yang mengklaim pelaksanaan Pemilu 2019 yang dinilai penuh dengan kecurangan itu tidak benar, karena seluruh unsur terlibat untuk mengawalnya," kata dia.
Ia juga meminta masyarakat agar bersabar dan menunggu hasil keputusan pada 22 Mei mendatang dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara yang diamanatkan Undang-Undang.
Senada, Wakil Ketua Pelita Kepri, Pdt Hany Andreas mengucapkan rasa bangganya dengan para tokoh lintas agama dalam mengajak dan mendidik para umat untuk memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam penyelenggaran berbangsa dan bernegara.
"Hal ini tercermin dari suksesnya penyelenggaraan Pemilu yang mencapai angka partisipasi sebesar 80 persen," jelasnya.
Silaturahmi tokoh lintas agama se-Kepulauan Riau itu juga dihadiri Gubernur Nurdin Basirun dan Kapolda Irjen Pol Andap Budhi Revianto beserta seluruh lapisan tokoh lintas agama yang berada di perbatasan.
"Pesta demokrasi sudah usai dan harus diakhiri dengan sukaria, kalau diakhiri dengan keributan itu namanya musibah," kata Pembina Pelita Kepri, Soeryo Respationo saat membuka silaturahmi tokoh lintas agama se Kepulauan Riau di Batam, Sabtu.
Soeryo menilai pelaksanaan Pemilu 2019 di wilayah setempat berlangsung dengan lancar tanpa adanya kecurangan.
Menurutnya, Pemilu 2019 telah berjalan aman dan lancar dan semua prosesnya dikawal secara baik dari pihak penyelenggara, baik dari aparat keamanan TNI-Polri hingga berbagai unsur masyarakat terkait di dalamnya.
"Perbedaan jangan dijadikan perpecahan. Apalagi sampai ada yang mengklaim pelaksanaan Pemilu 2019 yang dinilai penuh dengan kecurangan itu tidak benar, karena seluruh unsur terlibat untuk mengawalnya," kata dia.
Ia juga meminta masyarakat agar bersabar dan menunggu hasil keputusan pada 22 Mei mendatang dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara yang diamanatkan Undang-Undang.
Senada, Wakil Ketua Pelita Kepri, Pdt Hany Andreas mengucapkan rasa bangganya dengan para tokoh lintas agama dalam mengajak dan mendidik para umat untuk memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam penyelenggaran berbangsa dan bernegara.
"Hal ini tercermin dari suksesnya penyelenggaraan Pemilu yang mencapai angka partisipasi sebesar 80 persen," jelasnya.
Silaturahmi tokoh lintas agama se-Kepulauan Riau itu juga dihadiri Gubernur Nurdin Basirun dan Kapolda Irjen Pol Andap Budhi Revianto beserta seluruh lapisan tokoh lintas agama yang berada di perbatasan.
Pewarta : Pradanna Putra Tampi
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPU Kepri ingatkan masa kampanye Pemilu 2024 lebih singkat dibanding 2019
29 July 2023 14:37 WIB, 2023
KPK sita dokumen kuota tembakau tahun 2016-2019 di kantor BP Tanjungpinang
28 March 2023 17:51 WIB, 2023
Survei SMRC: Pemilih Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 bergeser ke Anies Baswedan
12 January 2023 17:05 WIB, 2023
Kepala BKPM jawab tantangan debat terbuka UU Cipta Kerja dengan aktivis
05 November 2020 4:17 WIB, 2020
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB