Pemkot Batam gelar bazar Ramadhan "Jom Balek Kampong"
Jumat, 10 Mei 2019 16:35 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata (Naim)
Batam (ANTARA) (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menyelenggarakan bazar Ramadhan dengan tema "Jom Balek Kampong", atau ayo kembali ke kampung, dengan menyajikan berbagai penganan khas berbagai daerah di Indonesia.
"Tema Bazar Ramadhan, 'Jom balek kampung', kami mengajak warga kembali ke makanan kampung, khas daerah masing-masing," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista Kota Batam, Ardiwinata di Batam, Jumat.
Bazar yang itu dibalut dalam kegiatan pariwisata, Batam Wonderfood Ramadhan 2019, diselenggarakan di Dataran Madani, 11-24 Mei 2019.
Ia menyatakan panitia ingin mengajak masyarakat mengenang kembali masa-masa di kampung dengan makanan khas kampungnya.
Menurut dia, karena Batam adalah kota rantauan, maka juadah yang disajikan pun beragam, ada yang khas kampung-kampung di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, bahkan Pulau Sulawesi.
"Tidak hanya takjil, tapi juga ada makanan berat yang mengenyangkan," kata Ardi.
Pemkot Batam menyiapkan 60 tempat untuk berdagang dalam bazar itu, dan semuanya gratis, untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah.
Berbeda dengan bazar Ramadhan di tempat lain, Pemkot batam juga menyiapkan kursi dan meja tempat makan, agar bisa menyantap langsung belanjaannya, setelah waktu berbuka.
Panitia juga menyiapkan tempat shalat, lengkap dengan tempat berwudhu demi memudahkan pengunjung yang ingin menunaikan ibadah.
"Jadi tidak sekedar membeli makanan untuk dibawa pulang," kata Ardi.
"Tema Bazar Ramadhan, 'Jom balek kampung', kami mengajak warga kembali ke makanan kampung, khas daerah masing-masing," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista Kota Batam, Ardiwinata di Batam, Jumat.
Bazar yang itu dibalut dalam kegiatan pariwisata, Batam Wonderfood Ramadhan 2019, diselenggarakan di Dataran Madani, 11-24 Mei 2019.
Ia menyatakan panitia ingin mengajak masyarakat mengenang kembali masa-masa di kampung dengan makanan khas kampungnya.
Menurut dia, karena Batam adalah kota rantauan, maka juadah yang disajikan pun beragam, ada yang khas kampung-kampung di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, bahkan Pulau Sulawesi.
"Tidak hanya takjil, tapi juga ada makanan berat yang mengenyangkan," kata Ardi.
Pemkot Batam menyiapkan 60 tempat untuk berdagang dalam bazar itu, dan semuanya gratis, untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah.
Berbeda dengan bazar Ramadhan di tempat lain, Pemkot batam juga menyiapkan kursi dan meja tempat makan, agar bisa menyantap langsung belanjaannya, setelah waktu berbuka.
Panitia juga menyiapkan tempat shalat, lengkap dengan tempat berwudhu demi memudahkan pengunjung yang ingin menunaikan ibadah.
"Jadi tidak sekedar membeli makanan untuk dibawa pulang," kata Ardi.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kenakan serba pink, para fan tak sabar nantikan penampilan Taeyeon di konser "The TENSE"
12 April 2025 15:58 WIB
#KaburAjaDulu jadi tren, simak berbagai respons pemangku kepentingan tanggapi tren #KaburAjaDulu
19 February 2025 6:19 WIB
NCT 127 tampil dengan balutan serba putih buka saat konser di Indonesia
04 November 2022 19:49 WIB, 2022
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam
04 January 2026 7:26 WIB