ACT Madiun salurkan 1.700 karton air mineral
Sabtu, 21 Desember 2019 20:00 WIB
Anggota Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Madiun mendistribusikan sebanyak 1.700 katron air mineral guna memenuhi kebutuhan air minum di pondok-pondok pesantren, masjid, sekolah, dan masyarakat miskin wilayah setempat. (Antara/HO-ACT Madiun)
Madiun (ANTARA) - Organisasi nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Madiun menyalurkan sebanyak 1.700 karton air mineral guna memenuhi kebutuhan air minum di pondok-pondok pesantren, masjid, sekolah, dan masyarakat miskin wilayah setempat.
Tim Program ACT Cabang Madiun Didik Purwoko, mengatakan air mineral yang didistribusikan tersebut merupakan program Air Minum Wakaf menyasar pondok-pondok pesantren, masjid, sekolah, dan masyarakat miskin yang ada di penjuru negeri.
"Untuk area Madiun dan sekitarnya, sebanyak lebih dari 30 lembaga, baik sekolah, masjid maupun pondok pesantren mendapatkan Air Minum Wakaf ini. Distribusi berjalan dua hari sejak Jumat lalu," ujar Didik kepada wartawan, Sabtu.
Menurut dia, Air Minum Wakaf tersebut merupakan air minum yang dibagikan secara cuma-cuma dan tidak boleh diperjualbelikan. Khusus sebagai bantuan kemanusiaan.
"Jadi tidak untuk diperjualbelikan. Saat ini kami masih mendistribusikan 1.700 karton. Terdiri dari kemasan gelas 240 mililiter dan botol 600 mililiter. Semoga ke depannya bisa lebih banyak lagi," katanya.
Untuk sementara, Didik mengungkapkan, distribusi air sekarang ini lebih banyak ada di wilayah Kota Madiun dan beberapa daerah di sekitarnya. Berikutnya, ACT merencanakan bisa menjangkau lebih luas lagi di wilayah eks-keresidenan.
Kepala Cabang ACT Madiun Sumintoro mengatakan bahwa Air minum wakaf ini adalah produk dari Air Wakaf (LAW) yang merupakan diversifikasi dari program Lumbung Pangan Wakaf (LPW).
"Tujuan utamanya adalah berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui wakaf. Sebelumnya, Global Wakaf-ACT telah membuat program berupa Lumbung Beras Wakaf (LBW) dan Lumbung Ternak Wakaf (LTW) untuk pemenuhan pangan," kata dia.
Baca juga: ACT Sumut salurkan bantuan pangan untuk korban banjir di Langkat
Baca juga: ACT akan lanjutkan bantuan untuk Uighur pada 2020
Baca juga: ACT salurkan 10.000 karton air minum untuk pesantren dan masjid
Tim Program ACT Cabang Madiun Didik Purwoko, mengatakan air mineral yang didistribusikan tersebut merupakan program Air Minum Wakaf menyasar pondok-pondok pesantren, masjid, sekolah, dan masyarakat miskin yang ada di penjuru negeri.
"Untuk area Madiun dan sekitarnya, sebanyak lebih dari 30 lembaga, baik sekolah, masjid maupun pondok pesantren mendapatkan Air Minum Wakaf ini. Distribusi berjalan dua hari sejak Jumat lalu," ujar Didik kepada wartawan, Sabtu.
Menurut dia, Air Minum Wakaf tersebut merupakan air minum yang dibagikan secara cuma-cuma dan tidak boleh diperjualbelikan. Khusus sebagai bantuan kemanusiaan.
"Jadi tidak untuk diperjualbelikan. Saat ini kami masih mendistribusikan 1.700 karton. Terdiri dari kemasan gelas 240 mililiter dan botol 600 mililiter. Semoga ke depannya bisa lebih banyak lagi," katanya.
Untuk sementara, Didik mengungkapkan, distribusi air sekarang ini lebih banyak ada di wilayah Kota Madiun dan beberapa daerah di sekitarnya. Berikutnya, ACT merencanakan bisa menjangkau lebih luas lagi di wilayah eks-keresidenan.
Kepala Cabang ACT Madiun Sumintoro mengatakan bahwa Air minum wakaf ini adalah produk dari Air Wakaf (LAW) yang merupakan diversifikasi dari program Lumbung Pangan Wakaf (LPW).
"Tujuan utamanya adalah berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui wakaf. Sebelumnya, Global Wakaf-ACT telah membuat program berupa Lumbung Beras Wakaf (LBW) dan Lumbung Ternak Wakaf (LTW) untuk pemenuhan pangan," kata dia.
Baca juga: ACT Sumut salurkan bantuan pangan untuk korban banjir di Langkat
Baca juga: ACT akan lanjutkan bantuan untuk Uighur pada 2020
Baca juga: ACT salurkan 10.000 karton air minum untuk pesantren dan masjid
Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korea Utara uji coba rudal hipersonik, Kim Jong Un singgung aksi AS di Venezuela
05 January 2026 11:58 WIB
Menko Polkam: Polri dan TNI dalami ledakan di SMAN 72 didalami, belum tentu aksi teroris
07 November 2025 16:10 WIB
Polisi imbau remaja tidak ikut tren tidur tengah jalan untuk berfoto, berbahaya
11 September 2025 6:27 WIB