Ryan Ernest tanggapi konflik taksi online
Sabtu, 28 Desember 2019 13:47 WIB
Ilustrasi Taksi online dan Taksi konvensional di Batam (Nurjali)
Batam (ANTARA) - Bakal Calon Wali Kota Batam dari jalur independen, Rian Ernest menanggapi persoalan taksi online dan taksi konvensional, yang terus berlarut di Kota Batam, yang hingga kini tidak terselesaikan.
“Konflik ini bukan barang baru. Sebulan ke belakang sudah tiga kali mereka baku hantam. Kalau tidak ada ketegasan, bagaimana kita mau menjaring wisatawan mancanegara? Pemkot perlu segera duduk bersama dan menunjukkan ketegasan sikap," kata Rian, kepada Antara, Sabtu.
Menurutnya Pemerintah Kota Batam harus tegas dalam menangani konflik antara taksi online, dengan taksi konvesional di Kota Batam, yang selama ini tidak terselesaikan.
Inovasi teknologi yang mudah digunakan dan juga murah adalah hal yang tidak bisa dihindari, di zaman sekarang ini.
"Taksi online dan taksi pangkalan harus bisa berdampingan bersama-sama dengan prinsip saling menguntungkan," kata Rian.
Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemkot Batam untuk segera duduk bersama dan memberikan ketegasan sikap soal moda transportasi online dan konvensional ini.
"Apalagi Kota Batam ini adalah kota yang mempunyai KEK berbasis digital. Teknologi dan digitalisasi akan menjadi kunci mendongrak Batam lebih baik lagi menuju Batam Baru," katanya.
Secara prinsip, menurut Rian, sesuai Permenhub 2018, taksi online sudah boleh di perkotaan bahkan sampai bandara dan pelabuhan.
“Wewenang Gubernur untuk taksi online hanya apabila ada wilayah taksi online yang lebih luas dari satu kabupaten/kota. Kan di Batam ini tidak demikian. Artinya Walikota punya peranan dan fungsi besar untuk mengambil sikap," katanya.
Sehingga menurutnya tidak boleh ada kekerasan, dari pihak manapun.
"Tidak ada pembenar apapun untuk kekerasan di tengah bumi madani Batam ini. Mari duduk bersama dan cari solusi dengan prinsip saling menguntungkan, dan jangan biarkan masalah terus berlarut. Stabilitas keamanan akan berpengaruh terhadap laju investasi di kota kita ini," kata Rian.
Sebelumnya, terjadi perselisihan antara pengemudi taksi online dengan taksi konvensional di kawasan Nagoya Hills, Kota Batam. Perselisihan ini bahkan membuat salah seorang pengemudi taksi online ditahan ramai-ramai oleh para pengemudi taksi konvensional.
“Konflik ini bukan barang baru. Sebulan ke belakang sudah tiga kali mereka baku hantam. Kalau tidak ada ketegasan, bagaimana kita mau menjaring wisatawan mancanegara? Pemkot perlu segera duduk bersama dan menunjukkan ketegasan sikap," kata Rian, kepada Antara, Sabtu.
Menurutnya Pemerintah Kota Batam harus tegas dalam menangani konflik antara taksi online, dengan taksi konvesional di Kota Batam, yang selama ini tidak terselesaikan.
Inovasi teknologi yang mudah digunakan dan juga murah adalah hal yang tidak bisa dihindari, di zaman sekarang ini.
"Taksi online dan taksi pangkalan harus bisa berdampingan bersama-sama dengan prinsip saling menguntungkan," kata Rian.
Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemkot Batam untuk segera duduk bersama dan memberikan ketegasan sikap soal moda transportasi online dan konvensional ini.
"Apalagi Kota Batam ini adalah kota yang mempunyai KEK berbasis digital. Teknologi dan digitalisasi akan menjadi kunci mendongrak Batam lebih baik lagi menuju Batam Baru," katanya.
Secara prinsip, menurut Rian, sesuai Permenhub 2018, taksi online sudah boleh di perkotaan bahkan sampai bandara dan pelabuhan.
“Wewenang Gubernur untuk taksi online hanya apabila ada wilayah taksi online yang lebih luas dari satu kabupaten/kota. Kan di Batam ini tidak demikian. Artinya Walikota punya peranan dan fungsi besar untuk mengambil sikap," katanya.
Sehingga menurutnya tidak boleh ada kekerasan, dari pihak manapun.
"Tidak ada pembenar apapun untuk kekerasan di tengah bumi madani Batam ini. Mari duduk bersama dan cari solusi dengan prinsip saling menguntungkan, dan jangan biarkan masalah terus berlarut. Stabilitas keamanan akan berpengaruh terhadap laju investasi di kota kita ini," kata Rian.
Sebelumnya, terjadi perselisihan antara pengemudi taksi online dengan taksi konvensional di kawasan Nagoya Hills, Kota Batam. Perselisihan ini bahkan membuat salah seorang pengemudi taksi online ditahan ramai-ramai oleh para pengemudi taksi konvensional.
Pewarta : Nurjali
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Malaysia sampaikan simpati atas erupsi gunung dan kabut asap di Indonesia
07 September 2026 14:53 WIB
Menteri Luar Negeri Singapura berkunjung ke Batam perkuat kerjasama bilateral
03 September 2026 11:14 WIB
Atraksi drone perjalanan Indonesia warnai langit di Bundaran HI di perayaan HUT RI
18 August 2026 7:10 WIB
HUT 81 RI, Gubernur Kepri ajak masyarakat kenang jasa pahlawan Raja Ali Haji
17 August 2026 12:17 WIB