Haripinto minta konflik Natuna diselesaikan dengan diplomasi
Sabtu, 4 Januari 2020 15:25 WIB
Senator daerah pemilihan Kepulauan Riau, Haripinto (ANTARA/Naim)
Batam (ANTARA) - Senator daerah pemilihan Kepulauan Riau, Haripinto meminta konflik yang terjadi di Laut Natuna Utara diselesaikan dengan diplomasi.
"Diplomasi diutamakan, karena itu bukan dengan Indonesia saja," kata Haripinto melalui sambungan telepon di Batam, Sabtu.
Menurut dia, persoalan di Laut China Selatan melibatkan banyak negara, tidak hanya Indonesia dan China, melainkan juga dengan negara-negara ASEAN.
Ia mengingatkan Indonesia berhak melakukan kegiatan ekonomi di daerah ZEE. Dan kapal dari negara lain bisa melintas.
Meski begitu, aparat keamanan dan pertahanan tetap harus berjaga, jangan sampai kapal Indonesia diintimidasi di sana.
Haripinto meminta pemerintah memperkuat pengamanan di Natuna dengan menambah armada.
"Armada kita enggak cukup, harus diperbanyak. Anggaran harus ditambah," kata dia.
Mengenai keselamatan nelayan, ia yakin tidak akan terganggu, karena lokasi kapal ikan asing berada di atas 100 mil saat ini.
"Jauh itu, nelayan kita enggak sampai sana," kata dia.
Baca juga: Pangkogabwilhan I berkantor sementara di Natuna
Baca juga: Pangkogabwilhan I tegaskan tidak akan perang di Natuna
Baca juga: Lima KRI amankan laut Natuna
"Diplomasi diutamakan, karena itu bukan dengan Indonesia saja," kata Haripinto melalui sambungan telepon di Batam, Sabtu.
Menurut dia, persoalan di Laut China Selatan melibatkan banyak negara, tidak hanya Indonesia dan China, melainkan juga dengan negara-negara ASEAN.
Ia mengingatkan Indonesia berhak melakukan kegiatan ekonomi di daerah ZEE. Dan kapal dari negara lain bisa melintas.
Meski begitu, aparat keamanan dan pertahanan tetap harus berjaga, jangan sampai kapal Indonesia diintimidasi di sana.
Haripinto meminta pemerintah memperkuat pengamanan di Natuna dengan menambah armada.
"Armada kita enggak cukup, harus diperbanyak. Anggaran harus ditambah," kata dia.
Mengenai keselamatan nelayan, ia yakin tidak akan terganggu, karena lokasi kapal ikan asing berada di atas 100 mil saat ini.
"Jauh itu, nelayan kita enggak sampai sana," kata dia.
Baca juga: Pangkogabwilhan I berkantor sementara di Natuna
Baca juga: Pangkogabwilhan I tegaskan tidak akan perang di Natuna
Baca juga: Lima KRI amankan laut Natuna
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB
Kamboja tuduh pasukan militer Thailand lakukan serangan di tengah perundingan
26 December 2025 14:53 WIB
Thailand luncurkan operasi militer "Trat Prap Poropak" di perbatasan Kamboja
10 December 2025 15:35 WIB
Eropa tengah bersiap hadapi kemungkinan Presiden AS setop dukungan ke Ukraina
24 November 2025 10:53 WIB
China akan hentikan impor hasil laut Jepang akibat ketegangan kedua negara
19 November 2025 16:07 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
AS izinkan transaksi pengeboran, ekspor, hingga jual beli minyak Venezuela
30 January 2026 12:23 WIB
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB