Debit waduk air Sungai Pulai menyusut
Kamis, 30 Januari 2020 1:39 WIB
Direktur PDAM Tirta Kepri, Mamat. ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Debit air Waduk Sungai Pulai yang merupakan satu dari dua sumber air baku di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) sejak sebulan terakhir menyusut sebanyak 2 hingga 3 centimeter per hari akibat musim kemarau.
"Sekarang debit airnya tinggal 160 cm, padahal dalam kondisi normal itu sekitar 3,40 meter. Dengan kondisi cuaca kemarau seperti ini, debit air di sana akan terus menyusut," kata Direktur PDAM Tirta Kepri, Mamat di Tanjungpinang, Rabu.
Imbas penyusutan tersebut, tambah dia distribusi air ke 12.000 pelanggan PDAM Tirta Kepri jadi tersendat.
Lebih lanjut, ia menyebutkan pihaknya terpaksa melakukan sistem pendistribusian air secara bergilir kepada pelanggan PDAM.
Adapun pelanggan yang terdampak akibat menyusutnya debit air Waduk Sungai Pulai yakni mulai dari kawasan Perla hingga Kota Lama, Tanjungpinang.
"Terpaksa di daerah itu kita gilir dua hari sekali, sampai kondisi waduk normal kembali," sebutnya.
"Kami turut mengimbau pelanggan menghemat pemakaian air sesuai dengan kebutuhan sehari-hari," harapnya.
Prakirawan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tanjungpinang, Khalid Fikri menyampaikan, kondisi kering yang dialami wilayah Pulau Bintan saat ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Februari 2020.
"Kondisi ini karena angin Utara yang cukup kuat, sehingga membuat awan hujan yang terbentuk menjadi pecah," lanjutnya.
Baca juga: PDAM: Waduk Sungai Pulai mulai kering
Baca juga: PDAM: debit air Sungai Pulai belum normal
"Sekarang debit airnya tinggal 160 cm, padahal dalam kondisi normal itu sekitar 3,40 meter. Dengan kondisi cuaca kemarau seperti ini, debit air di sana akan terus menyusut," kata Direktur PDAM Tirta Kepri, Mamat di Tanjungpinang, Rabu.
Imbas penyusutan tersebut, tambah dia distribusi air ke 12.000 pelanggan PDAM Tirta Kepri jadi tersendat.
Lebih lanjut, ia menyebutkan pihaknya terpaksa melakukan sistem pendistribusian air secara bergilir kepada pelanggan PDAM.
Adapun pelanggan yang terdampak akibat menyusutnya debit air Waduk Sungai Pulai yakni mulai dari kawasan Perla hingga Kota Lama, Tanjungpinang.
"Terpaksa di daerah itu kita gilir dua hari sekali, sampai kondisi waduk normal kembali," sebutnya.
"Kami turut mengimbau pelanggan menghemat pemakaian air sesuai dengan kebutuhan sehari-hari," harapnya.
Prakirawan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tanjungpinang, Khalid Fikri menyampaikan, kondisi kering yang dialami wilayah Pulau Bintan saat ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Februari 2020.
"Kondisi ini karena angin Utara yang cukup kuat, sehingga membuat awan hujan yang terbentuk menjadi pecah," lanjutnya.
Baca juga: PDAM: Waduk Sungai Pulai mulai kering
Baca juga: PDAM: debit air Sungai Pulai belum normal
Pewarta : Ogen
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna dan polres sinergi cukupi kebutuhan air bersih warga Desa Tapau
08 July 2025 15:35 WIB
Polisi salurkan 4.000 liter air bersih dampak musim kemarau di Bintan Kepri
10 August 2024 14:10 WIB, 2024